Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dinkes Buleleng Uji Kebugaran ASN, Hasilnya Jadi Dasar Rekomendasi Olahraga Personal

Francelino Junior • Selasa, 23 Juni 2026 | 19:19 WIB
CEK KEBUGARAN: Suasana pengecekan kesehatan dan kebugaran bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Buleleng. (Pemkab Buleleng)
CEK KEBUGARAN: Suasana pengecekan kesehatan dan kebugaran bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng menggelar pengukuran kebugaran jasmani dan edukasi aktivitas fisik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Selasa (23/6/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di halaman GOR Bhuana Patra, Singaraja, itu diikuti perwakilan dari 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Buleleng.

Program ini tidak hanya bertujuan mengetahui tingkat kebugaran ASN, tetapi juga memberikan rekomendasi olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik masing-masing peserta.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Buleleng, Ni Luh Putu Withari, menjelaskan seluruh peserta terlebih dahulu menjalani skrining kesehatan sebelum mengikuti tes kebugaran. 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang aman mengikuti rangkaian kegiatan.

Setelah dinyatakan layak, peserta menjalani tes kebugaran menggunakan metode Rockport dengan menempuh jarak 1,6 kilometer. 

Hasil waktu tempuh kemudian dikonversi menjadi nilai VO2 Max yang menjadi indikator tingkat kebugaran seseorang.

“Peserta yang dinyatakan layak kemudian mengikuti tes kebugaran menggunakan metode Rockport sejauh 1,6 kilometer. Hasil waktu tempuh peserta akan dikonversi menjadi nilai VO2 Max dan tingkat kebugaran yang nantinya menjadi dasar pemberian rekomendasi latihan fisik,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, peserta akan memperoleh rekomendasi aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. 

Rekomendasi itu mencakup jenis olahraga yang dianjurkan, frekuensi latihan, durasi olahraga, hingga batas denyut nadi yang aman saat beraktivitas.

Seluruh hasil dan rekomendasi akan dicatat dalam Kartu Menuju Bugar yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.

Withari menegaskan setiap peserta akan mendapatkan rekomendasi yang berbeda. ASN dengan tingkat kebugaran rendah, misalnya, disarankan memulai olahraga secara bertahap dengan intensitas ringan agar terhindar dari risiko cedera.

“Kami ingin peserta memahami bahwa latihan fisik harus dilakukan secara terencana dan sesuai kondisi tubuh. Tidak semua orang bisa langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Semua harus disesuaikan dengan usia dan tingkat kebugarannya,” ujarnya.

Selain pengukuran kebugaran, peserta juga diperkenalkan dengan aplikasi Sistem Pengukuran Kebugaran (Sipgar). Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memantau tingkat kebugaran secara mandiri dan berkala.

Dinkes Buleleng berharap para ASN yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pelopor gaya hidup sehat di lingkungan kerja masing-masing. Dengan demikian, semakin banyak pegawai yang terdorong untuk rutin berolahraga dan menjaga kebugaran tubuh.

Menurut Withari, kebugaran jasmani memiliki hubungan erat dengan produktivitas kerja. ASN yang memiliki kondisi fisik yang baik cenderung mampu bekerja lebih optimal dan tidak mudah mengalami kelelahan saat menjalankan tugas sehari-hari.

“ASN yang bugar akan bekerja lebih efektif dan efisien. Selain itu, aktivitas fisik yang rutin juga dapat membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, menjaga kesehatan tulang, mengontrol gula darah, mencegah stres, serta membantu menjaga berat badan ideal,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #asn #buleleng #aparatur sipil negara