Capaian CKG Buleleng Terbanyak di Bali, Dinkes Genjot Jemput Bola

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:54 WIB
CEK KESEHATAN: Suasana cek kesehatan gratis di Dinas Kominfo Buleleng belum lama ini. (Pemkab Buleleng)
CEK KESEHATAN: Suasana cek kesehatan gratis di Dinas Kominfo Buleleng belum lama ini. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kabupaten Buleleng mencatatkan rekor partisipasi terbanyak dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Bali. 

Berdasarkan data per 31 Agustus 2026, sebanyak 179.171 warga Bumi Panji Sakti telah memanfaatkan layanan deteksi dini kesehatan tersebut.

Kendati secara angka absolut Buleleng memimpin di tingkat provinsi, capaian tersebut baru mencakup 24,6 persen dari total 819.279 jiwa penduduk. 

Tingginya populasi membuat persentase Buleleng bertengger di peringkat keenam se-Bali. 

Kondisi tersebut memicu Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng untuk mengakselerasi pelayanan demi mengejar target nasional sebesar 46 persen pada akhir 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menegaskan bahwa besarnya jumlah penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam perhitungan persentase cakupan.

"Secara angka absolut kita tertinggi di Bali, tetapi karena jumlah penduduk Buleleng paling besar, maka secara persentase kita masih berada di posisi keenam. Ini yang harus kita kejar bersama lewat strategi jemput bola hingga tingkat desa," ujar dr. Sucipto saat ditemui di Lovina, Selasa (8/9/2026).

Sucipto menambahkan, Dinkes Buleleng bakal mengikis kendala input data serta keengganan warga datang ke faskes dengan menggelar Gebyar PKG di tiap kecamatan. 

Pelayanan akan diperluas menyasar kelompok tani, nelayan, komunitas, hingga lembaga pendidikan tanpa hanya mengandalkan kunjungan ke Puskesmas.

Langkah akselerasi Buleleng ini mendapat apresiasi sekaligus dorongan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali. 

Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Dewa Made Puspa, menyebutkan faktor pembeda Buleleng terletak pada angka pembagi populasinya yang sangat besar jika dibandingkan dengan wilayah seperti Kabupaten Klungkung yang berpenduduk sekitar 209 ribu jiwa.

"Angka absolut Buleleng paling tinggi di Bali. Namun karena pembaginya besar, polanya harus diubah dari pasif menjadi terintegrasi. Layanan harus langsung mendatangi pusat-pusat aktivitas masyarakat," jelas Dewa Made Puspa.

Dinkes Bali juga menekankan bahwa setiap hasil rekam medis warga dalam program PKG ini langsung terhubung secara digital ke aplikasi SATUSEHAT. 

Integrasi sistem ini memudahkan masyarakat memantau kondisi kesehatannya secara berkala sekaligus mendapatkan rujukan medis lanjutan jika ditemukan indikasi penyakit. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini PKG Buleleng Sucipto dinkes buleleng cek kesehatan gratis