Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TPA Bengkala Terbakar, Warga Kubutambahan Keluhkan Asap

Eka Prasetya • Rabu, 3 Januari 2024 | 01:05 WIB
Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat mengecek kebakaran timbunan sampah yang terjadi di TPA Bengkala.
Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat mengecek kebakaran timbunan sampah yang terjadi di TPA Bengkala.

KUBUTAMBAHAN-Timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, terbakar. Asap yang timbul akibat kebakaran itu tak pelak menjadi keluhan masyarakat. Terutama yang mukim di wilayah Desa Kubutambahan.

Informasi yang dihimpun, awalnya asap tipis terlihat di timbunan sampah yang terletak di sisi barat TPA pada Jumat (29/12) dini hari. Petugas di TPA sempat berusaha mengendalikan asap dengan menyiramkan air di sekitar timbunan. Namun sejak Minggu (31/12) malam, asap semakin pekat.

Kebakaran diyakini terjadi gegara gas metan yang tidak terkendali. Tadinya TPA Bengkala dilengkapi dengan saluran irigasi dan pipa pembuangan gas metan. Namun pipa tersebut diduga tersumbat, sehingga pembuangan gas metan tidak maksimal. Alhasil sampah pun terbakar.

Asap yang timbul akibat kebakaran itu pun mulai dikeluhkan masyarakat. Terutama yang mukim di Banjar Dinas Tegal dan Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan. Warga kerap mencium bau asap sampah yang terbakar pada malam hari.

Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengungkapkan, masalah itu sudah dikeluhkan warga sejak malam pergantian tahun. Biasanya asap dan bau yang pekat akan tercium di pemukiman warga sekitar pukul 20.00 malam.

“Masalahnya karena jam-jam segitu, angin dari darat berhembus ke laut. Nanti mulai dah seperti kabut. Apalagi di Banjar Tegal yang dekat-dekat sawah. Ya banyak yang mengeluhkan juga,” ujar Pariadnyana.

Biasanya fenomena tersebut berlangsung hingga pukul 23.00 malam atau hingga tengah malam. Setelah itu asap akan hilang dengan sendirinya seiring dengan perubahan arah angin. Ia pun tak bisa berbuat banyak. Lantaran wilayah Kubutambahan dan sekitarnya belum pernah diguyur hujan.

“Karena ini kejadian, ya mau bagaimana lagi. Sejauh ini sih belum ada keluhan soal dampak kesehatan. Kami sudah sarankan biar warga pakai masker. Terutama di Banjar Pasek dan Banjar Tegal,” katanya.

Sementara itu, Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengklaim asap yang timbul dari TPA Bengkala sudah bisa dikendalikan. Saat ini pihaknya fokus melakukan penataan dan pemerataan sampah. Sehingga kebakaran tidak meluas.

“Kami sudah pinjam alat berat, biar tidak seperti Suwung. Kebetulan Dinas PU punya backhoe, alat berat di TPA Bengkala juga ada. Nanti kami pinjam loader untuk pendorong. Supaya timbunan lebih terkendali,” ujarnya.

Selain itu pihaknya telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng menyiapkan tandon air untuk mempercepat proses penyiraman. Sehingga asap benar-benar bisa dikendalikan.

“Saya sudah minta juga biar dibuatkan drainase. Jadi air meresap ke bawah. Nanti dibuatkan sprinkle supaya bisa terkendali,” tukas Lihadnyana. ***

 

Editor : Donny Tabelak
#tpa bengkala #tpa kebakaran #kubutambahan