KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Warga di Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Kubutambahan, melakukan aksi protes kepada pemerintah. Penyebabnya sebuah ruas jalan dibiarkan rusak selama belasan tahun. Warga akhirnya memasang pohon pisang sebagai bentuk kekecewaan.
Aksi protes warga Kubutambahan itu dilakukan warga pada Kamis (4/1/2024) pagi. Mereka memasang dua buah pohon pisang di ruas jalan yang terletak di seberang SMPN 1 Kubutambahan. Jalan tersebut merupakan aset Pemkab Buleleng.
Salah seorang warga, Kadek Widiana mengatakan, jalan mengalami kerusakan sejak 15 tahun belakangan. Pada tahun 2016, warga berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.
Seiring waktu, jalan kembali rusak. Dampak rusaknya jalan tersebut, warga sering jatuh saat berkendara melalui ruas jalan tersebut.
“Kami berharap sekali jalan ini segera diperbaiki. Karena bisa dilihat warga sering jatuh. Bukan hanya sekali dua kali. Apalagi kalau datang dari arah selatan,” kata pria yang akrab disapa Kadek Ana tersebut.
Menurutnya warga desa sudah mengusulkan perbaikan lewat pemerintah desa. Usulan juga disampaikan lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa hingga Musrenbang Kabupaten sejak tahun 2017. Tapi perbaikan tidak terealisasi.
Padahal ruas jalan itu sangat vital bagi warga. Masyarakat dari sejumlah desa, seperti Bulian hingga Bungkulan sering melintas di sana. Sebab di wilayah itu terdapat kantor pelayanan milik Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.
Pria yang juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kubutambahan itu berharap, perbaikan bisa terealisasi tahun ini. Bila dikhawatirkan, dia khawatir akan semakin banyak warga yang jadi korban.
“Kalau nanti sudah hujan, kondisinya bisa tambah parah. Karena air menggenang di jalan, orang lewat tidak tahu ada lubang. Akhirnya jatuh,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah mendengar keluhan warga untuk peningkatan aksesibilitas, demi keamanan pengguna jalan. (*)
Editor : Eka Prasetya