Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mengening Jadi Desa Tangguh Bencana di Buleleng, Perbekel Berbagi Kiat Suksesnya

Eka Prasetya • Rabu, 17 Januari 2024 | 23:21 WIB

 

TANGGUH BENCANA: Pengukuhan Desa Mengening di Kecamatan Kubutambahan sebagai Desa Tangguh Bencana.
TANGGUH BENCANA: Pengukuhan Desa Mengening di Kecamatan Kubutambahan sebagai Desa Tangguh Bencana.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Desa Tangguh Bencana (Destana) terus bertambah di Buleleng. Terbaru, Desa Mengening di Kecamatan Kubutambahan kini ditetapkan sebagai destana.

Pengukuhan itu dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng belum lama ini.

Perlu proses yang panjang bagi Desa Mengening sebelum akhirnya ditetapkan sebagai destana. Kini Mengening menjadi satu-satunya destana di Kecamatan Kubutambahan.

Perbekel Mengening, Ketut Angga Wirayuda mengungkapkan, cikal bakal destana sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2017 silam.

Saat itu desa membentuk relawan penanggulangan bencana. Tercatat ada 30 orang relawan yang siap bergerak ketika ada bencana.

Relawan-relawan itu siap siaga saat terjadi bencana angin puting beliung, pohon tumbang, gempa, maupun tanah longsor.

Pada tahun 2019, niat membentu destana kian menggebu-gebu. Lantaran ada empat orang yang tewas tertimbun longsor.

Mereka yang jadi korban masih berkeluarga. Yakni ayah, ibu, dan kedua orang anaknya.

Sejak saat itu sosialisasi semakin digencarkan kepada masyarakat. Terutama mereka yang tinggal di wilayah lereng perbukitan.

“Kondisi desa kami kan memang perbukitan. Jadi warga banyak yang tinggal di wilayah lereng perbukitan. Mungkin sekitar 30 persen warga kami,” kata Angga.

Kondisi itu menunjukkan bahwa warga sangat rentan dengan bencana. Terutama bencana tanah longsor.

Pihaknya pun tak bisa berbuat banyak. Apalagi sampai harus melakukan relokasi pada warga.

“Karena mereka hanya punya tanah di sana. Seperti yang kejadian tahun 2019 itu, memang mereka cuma punya tempat di lereng. Akhirnya jadi korban longsor,” kisah Angga.

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya pun mengusulkan diri menjadi destana. Sehingga upaya pencegahan dan penanggulangan bencana lebih optimal.

Sebagai komitmen, pemerintah desa telah menyiapkan peralatan penanggulangan bencana. Seperti gergaji mesin.

Masyarakat juga sudah siap melakukan gerakan spontan untuk pencegahan dan penanggulangan bencana.

“Kami juga sudah alokasikan anggaran bencana di APBDes. Sementara kami alokasikan Rp 5 juta dulu,” jelasnya.

Sementara itu Penata Penanggulangan Bencana pada BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Ronny Ariyana mengungkapkan, ada proses panjang sebelum  sebuah desa ditetapkans ebagai destana.

Mereka harus memiliki relawan serta forum penanggulangan bencana. Setidaknya mereka juga harus menyiapkan rencana evakuasi.

“Memang Desa Mengening kami dorong sebagai destana. Karena di desa ini memang risiko tinggi terjadi tanah longsor,” kata Ronny.

Menurutnya forum pengurangan risiko bencana di Desa Mengening telah melakukan sejumlah hal. Seperti peningkatan kapasita relawan, sosialisasi jalur evakuasi, serta pelatihan relawan.

“Hasil penilaian kami, mereka sudah siap menjadi destana. Sehingga dikukuhkan sebagai destana,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Desa Mengening merupakan destana keenam di Buleleng. Sebelumnya sudah ada beberapa desa menjadi destana. Yakni Desa Gitgit dan Desa Pancasari di Kecamatan Sukasada, Desa Lemukih dan Galungan di Kecamatan Sawan, serta Desa Musi di Kecamatan Gerokgak. (*)

Editor : Eka Prasetya
#destana #desa tangguh bencana #kubutambahan #bpbd buleleng #perbekel #buleleng #relawan