SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang nelayan asal Banjar Dinas Kaja Kangin, Desa Kubutambahan, Buleleng, dinyatakan hilang.
Astungkara, berkat kehendak Hyang Widhi, nelayan tersebut berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Nelayan yang hilang itu bernama Kadek Suardana alias Olik, 34. Dia sudah terbiasa melaut sejak muda.
Baca Juga: Nelayan Tejakula Dapat Bantuan Life Jacket
Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengungkapkan, peristiwa nelayan helang sudah terjadi pada Minggu (11/8/2024) lalu.
Menurutnya, korban pamit berangkat melaut pada pukul 02.30 dini hari. Saat berangkat, dia bersama dengan saudara iparnya. Mereka berdua membawa perahu yang berbeda.
Setelah beberapa jam di tengah laut, tepatnya sekitar pukul 08.00 pagi, mereka berdua dihadang cuaca buruk.
Sang ipar mengajak Olik kembali ke pantai. Namun karena masih mengangkat pancing, Olik meminta agar iparnya kembali lebih dulu.
Setelah tuntas mengangkat pancing, dia kemudian kembali ke pantai. Apesnya dalam perjalanan, perahu yang ia kemudikan dihantam gelombang.
Baca Juga: Nelayan Buleleng Akhirnya Mekenyem, Terima Kompensasi Pembersihan Rumpon
Dampaknya katir jukung pada bagian kiri lepas. Dalam kondisi katir lepas, dia berusaha mengikat katir tersebut.
Lantaran angin dan ombak cukup tinggi, perahu yang ia kemudikan akhirnya terbalik. Olik pun berusaha bertahan selama berjam-jam dalam kondisi pasrah.
Hingga pukul 15.00 sore, korban belum juga sampai di pantai. Sehingga pihak keluarga memutuskan melakukan pencarian ke tengah laut.
Keluarga dan kelompok nelayan melakukan pencarian dengan kekuatan 4 unit perahu, dengan 8 orang ikut menyisir laut.
Beruntung sekitar pukul 18.00 sore, Olik ditemukan dalam kondisi selamat. Dia terombang-ambing di atas perahunya.
“Ditemukan di tengah laut. Beberapa kilometer dari tempat pertama memancing. Posisi jukungnya terbalik, karena katir patah,” kata Pariadnyana kepada RadarBuleleng.id, Rabu (14/8/2024).
Pihak keluarga dan nelayan pun menyelamatkan korban, sembari menarik perahu milik korban hingga ke tepi pantai.
Mereka berhasil sampai dalam kondisi selamat sekitar pukul 22.00 malam.
Menyusul maraknya peristiwa kecelakaan di laut yang menimpa nelayan di Kubutambahan, Pariadnyana menghimbau agar para nelayan memperhatikan alat-alat keselamatan.
“Apabila melaut sebisa mungkin mengenakan alat keselamatan, seperti jaket pelampung. Apalagi cuaca di tengah laut tidak bisa kita prediksi,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya