Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Warga Desa Tambakan Buleleng Keluhkan Jalan Rusak. Khawatir Akses ke Setra Terputus

Eka Prasetya • Kamis, 27 November 2025 | 19:04 WIB

 

RUSAK PARAH: Kondisi kerusakan jalan di Desa Tambakan, Kabupaten Buleleng, Bali.
RUSAK PARAH: Kondisi kerusakan jalan di Desa Tambakan, Kabupaten Buleleng, Bali.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Warga di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, mengeluhkan kerusakan jalan di wilayah mereka.

Kerusakan tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun, namun tak kunjung diperbaiki. Meski kondisinya terus memburuk setiap tahun.

Kondisi kerusakan jalan tersebut sempat diungkap oleh salah seorang warga bernama Wayan Wandra, melalui akun media sosialnya.

Adapun jalan yang rusak berada tepat di depan Pura Dalem Desa Adat Tambakan. Jalan terlihat jebol karena tergerus longsor.

Sebagian jalan sudah mulai retak karena rusak. Warga pun khawatir pada musim hujan tahun ini kerusakan jalan akan semakin parah.

“Kalau ini hujan lebat lagi, jalannya terancam jebol. Jalur alternatif juga hilang. Masyarakat Tambakan semua yang rugi,” katanya.

Ia mengaku terpaksa mengunggah video tersebut ke media sosial, karena sudah bertahun-tahun jalan tidak tersentuh perbaikan.

Jalan diketahui rusak akibat musibah pada tahun 2011 silam. Kini setelah empat tahun berlalu, jalan tak juga diperbaiki.

“Apa harus menunggu Pilkada lagi baru jalan ini diperbaiki? Kalau jalan ini hilang, ke setra juga sudah tidak bisa,” keluhnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengakui kondisi kerusakan jalan di Buleleng cukup banyak.

Dari 1.100 kilometer jalan di Buleleng, sepanjang 150 kilometer dalam kondisi rusak berat. Sedangkan 150 kilometer lainnya dalam kondisi rusak ringan dan rusak sedang.

Salah satu yang masuk dalam kondisi rusak sedang adalah ruas jalan di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan.

Menurutnya keterbatasan anggaran membuat perbaikan jalan harus menerapkan skala prioritas.

Pemerintah menentukan sejumlah indikator terkait perbaikan tersebut. “Misalnya apakah jalan itu akses lintas desa atau lintas kecamatan, jumlah penduduk, kepadatan kendaraan, termasuk juga akses ekonominya,” kata Adiptha.

Khusus perbaikan jalan di Desa Tambakan, Adiptha mengaku pemerintah berupaya agar jalan tersebut bisa diperbaiki tahun depan.

“Sudah ada surat masuk dari desa. Kami cek memang bahu jalan tergerus dan perlu penguatan tebing. Biaya penguatan tebing itu yang besar, perlu mekanisme perencanaan. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” demikian Adiptha. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #musibah #longsor #setra #Pura Dalem #kubutambahan #pilkada #jalan #Tambakan #Desa adat #buleleng #pekerjaan umum #media sosial