SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nama sambal mamo kini sedang hype di Buleleng. Berawal dari layanan delivery, kini produk kuliner itu sudah jadi salah satu rujukan kuliner di Bali Utara.
Maklum saja, sambal tidak bisa dipisahkan dari warga Indonesia yang memang menggemari makanan yang pedas dan kaya rempah.
Sambal Mamo sendiri berawal dari tangan dingin Ni Luh Mahendri Dinastuti. Dia mengintip peluang melayani hasrat para pecinta sambal.
Berbekal modal awal Rp 300 ribu, pada 2021 silam, dia memutuskan terjun ke bisnis kuliner dengan brand sambal mamo.
Usaha tersebut sebenarnya berawal dari pandemi covid-19. Dia berusaha melayani jasa pesan antar makanan, saat dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Bertaruh nyawa dengan ancaman covid-19 dan ancaman sanksi dari pemerintah, dia memberanikan diri mengantar makanan kepada para pecinta kuliner.
Baca Juga: Mantap! Pulau Bali Jadi Tempat Memperkenalkan dan Promosikan Ragam Kuliner Nusantara
Tatkala pembatasan sosial dilonggarkan, dia pun mulai membuka sebuah kedai kuliner di Jalan Ngurah Rai, Singaraja.
Di kedai tersebut, Mahendri menawarkan 25 jenis sambal nusantara. Termasuk sambal embe, suna cekuh, base genep, dan sambal matah yang jadi favorit masyarakat Bali.
Istimewanya, produk-produk yang ditawarkan menggunakan bahan lokal dan alami tanpa bahan pengawet, serta memberdayakan petani setempat.
"Kami menggunakan cabai dan bawang dari Bungkulan, garam dari Tejakula, gula dari Pedawa, dan bahan-bahan lainnya dari Buleleng. Semua bahan sudah melalui uji lab dan sudah dapat sertifikasi halal," katanya.
Dengan konsep sociopreneur, Mahendri berkomitmen membantu petani lokal dengan menyerap hasil panen mereka.
Bahan baku yang digunakan harus fresh, yang membuat Sambal Mamo tahan hingga tiga bulan tanpa bahan pengawet, karena selalu menggunakan bahan segar.
Saat ini, Mahendri telah mempekerjakan 14 karyawan, sebagian besar ibu rumah tangga.
Dia mengandalkan promosi menggunakan media sosial, yang juga digunakan untuk memberikan informasi seputar produknya.
Kesuksesan tersebut membawa keberhasilan finansial bagi Mahendri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi warga lokal, khususnya para petani dan ibu rumah tangga di Buleleng. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya