Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Unik, Restoran Italia di Bali Gunakan Konsep Warteg

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 2 September 2024 | 22:56 WIB

 

MASAKAN ITALIA: Suasana di Restoran Il Pomodoro, Denpasar.
MASAKAN ITALIA: Suasana di Restoran Il Pomodoro, Denpasar.

RadarBuleleng.id - Konsep kuliner unik diterapkan di salah satu restoran Italia yang ada di Bali untuk menarik pelanggan.

Lazimnya saat masuk ke restoran, pelanggan akan diberikan daftar menu lalu mendapat pelayanan dari pramusaji restoran.

Namun restoran satu ini menggunakan konsep ala warteg. Berbagai jenis menu dipajang di etalase. Pengunjung hanya tinggal menunjuk makanan yang diinginkan.

Konsep itu ditawarkan di Restoran Italia bernama Il Pomodoro. Restoran yang terletak di bilangan Jalan Gatot Subroto itu menjadi salah satu rujukan warga Bali yang ingin menikmati menu Italia yang otentik.

"Jadi kami buat seperti warteg tapi masakan Italia. Selanjutnya berkembang menjadi ada pizza, pastry, gelato, yang semuanya kembali lagi ke cita rasa Italia," kata Edi Bayasadu Purnomo, pemilik Il Pomodoro.

Menurut Edi, ide tersebut muncul karena pandangan masyarakat bahwa restoran yang menyajikan makanan impor cenderung mahal.

Apalagi ketika pengunjung mendapat pelayanan ala restoran berkelas. Mereka akan semakin ragu masuk ke dalam resto.

Akhirnya sejak dibuka pada tahun 2010, ia memilih menggunakan konsep ala warteg. Sehingga pengunjung menjadi lebih akrab dengan suasana di restoran.

Edi bercerita, konsep tersebut sebenarnya ada juga di Italia. Hanya saja, pilihan menu di Italia lebih sedikit.

"Kalau di Indonesia terutama di Bali, mereka kecenderungannya mau makan enak, cepat, dan ekonomis," kata Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, dirinya bersyukur hidangan yang disajikan dapat diterima oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga lansia. Bahkan banyak yang menjadi pelanggan.

Guna menjaga kualitas dan cita rasa hidangan, dia tidak mau main-main dengan bahan baku. Separuh bahan yang digunakan merupakan produk impor. Sementara untuk memasak, ia lebih memilih chef lokal. 

Harga yang dipasang pun relatif terjangkau. Contohnya garlic bread yang dijual seharga Rp 5 ribu, sedangkan cordon bleu dijual seharga Rp 35 ribu.

Tercatat ada lebih dari 30 jenis menu masakan khas Italia yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.

Salah seorang pengunjung, Diva Ismayana, 23, mengaku dirinya lebih menyukai makanan yang dijual restoran itu. Alasannya, cita rasa masakan cocok di lidah.

"Harga juga terjangkau. Tidak terlalu mahal. Sesuai dengan rasanya," kata Diva. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #italia #warteg #restoran