DENPASAR, radarbuleleng.id- Bentuk yang unik dan rasa buahnya yang segar, membuat buah lontar menjadi daya tarik. Lebih-lebih buah lontar ini jarang ditemui di pasaran.
Setelah viral di sosial media, barulah banyak warganet Bali dibuat penasaran dengan buah yang dipanen dari kabupaten Karangasem ini.
Tak perlu jauh-jauh ke Karangasem, buah lontar saat ini dapat ditemui di Kota Denpasar. Seperti di pinggir Jalan Cok Agung Tresna; Jalan Imam Bonjol; hingga di Kesiman.
Penjual buah lontar di Jalan Imam Bonjol, Komang Hendra, 18, tak menampik buah lontar kembali viral sejak dua bulan lalu.
Alhasil, penjualannya kian meningkat dibandingkan ketika awal berjualan tahun 2022.
"(Digandrungi, red) karena lagi viral di TikTok dan jarang ada pohonnya juga, hanya di Karangasem. Sehari terjual 200 sampai 300 biji," ungkapnya, Selasa kemarin (1/10).
Dalam sehari, ia menyetok 500 biji buah lontar langsung dari Karangasem. Mobil Pick up yang digunakan untuk berjualan stand by dari pukul 09.00 sampai 18.00 WITA.
Satu biji buah lontar utuh dijual Rp 10 ribu. Sedangkan buah lontar yang sudah dikupas dijual Rp 15 ribu dengan isi yang lebih banyak.
Tak hanya buahnya, air dari buah lontar juga dijual Rp 15 ribu per botolnya.
"Yang beli anak muda sampai ibu-ibu, banyak yang penasaran. Semoga terus-terusan ramai," ungkap Hendra.
Hal serupa juga disampaikan penjual buah lontar di depan Setra Agung Badung, Jalan Imam Bonjol. Gede Alex, 19, juga memasok buah lontar dari Desa Tulamben, Kubu, Karangasem.
"Viralnya sudah dari beberapa bulan lalu di tahun 2023. Sekarang agak jarang," ujarnya.
Tapi diakuinya sampai sekarang masih saja terjual 300-an biji dan bahkan sampai stoknya tak tersisa.
"Karena bentuknya unik, jarang yang lihat, dan jarang yang jual juga," tuturnya.
Biasanya paling banyak terjual buah lontar yang sudah dikupas dan tinggal dimakan.
Tak jarang juga yang membeli langsung dalam bentuk utuhnya karena penasaran. Pembelinya pun berasal dari beragam kalangan.
"Kebanyakan yang beli ibu-ibu. Ada juga remaja yang penasaran. Kalau airnya kebanyakan bapak-bapak beli," kata Alex.***
Editor : Donny Tabelak