SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Makanan berbahan dasar non beras, kini tengah jadi tren. Makanan non beras diharapkan bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras.
PDI Perjuangan Buleleng, menawarkan salah satu menu kuliner yang berbahan dasar non beras. Menu itu adalah bubur mengguh.
Bubur mengguh merupakan kuliner khas Tejakula. Bubur ini biasanya disantap ketika sarapan.
Biasanya bubur mengguh berbahan dasar beras. Selanjutnya disiram kuah ikan, serta ditambahkan sayur mayur.
Nah, menu bubur mengguh yang ditawarkan PDIP Buleleng agak berbeda. Bahan dasar bubur mengguh yang mereka tawarkan adalah sorgum, bukan beras.
Selanjutnya, bubur itu akan diberikan toping sayur mayur berupa irisan kacang panjang, toge, bayam, serta kacang merah yang digoreng alias kacang keplos.
Selanjutnya bubur akan disiram dengan kuah ikan cakalang. Termasuk didalamnya terdapat irisan ikan, sebagai tambahan protein hewani.
Ketua DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, bubur mengguh sorgum bisa menjadi salah satu olahan pangan lokal yang murah dan bergizi.
Menurutnya, bahan-bahan pembuatan bubur, bisa ditemukan dengan mudah. Baik itu sayur mayur maupun ikan cakalang yang banyak terdapat di pesisir pantai Buleleng.
Sementara sorgum, secara tradisional merupakan makanan khas Buleleng. Hanya saja sorgum lama ditinggalkan karena maraknya pengembangan padi.
Organisasi sayap partai PDIP, yakni Banteng Muda Indonesia (BMI) juga telah mengembangkan tanaman sorgum.
“BMI sudah mengembangkan lagi tanaman sorgum. Terutama di lahan-lahan non produktif. Harapannya, dengan semakin banyak ada tanaman sorgum, semakin mudah didapat, jadi harganya juga lebih murah,” ujarnya.
Lebih lanjut Supriatna mengatakan, bubur mengguh sorgum bisa menjadi salah satu alternatif hidangan kuliner non beras di Buleleng.
Ia mengklaim jika makanan itu sangat cocok dikonsumsi oleh ibu hamil. “Karena kaya protein, termasuk omega 3. Jadi bisa mencegah stunting,” demikian Supriatna. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya