SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Di antara debur ombak dan hembusan angin laut pesisir utara Bali, tersembunyi sebuah warung makan yang menggoyang lidah.
Warung itu bernama Happy Nice Be Pasih. Lokasinya di Pantai Happy, Desa Tukadmungga, Buleleng. Warung tersebut kini menjadi salah satu rujukan pecinta ikan bakar di kawasan wisata Lovina.
Di balik eksistensi Warung Happy Nice Be Pasih ada cerita yang terpendam. Cerita tentang keluarga yang ingin memberdayakan nelayan lokal.
Warung tersebut bermula tahun 2018. Didirikan oleh Jro Puriama dan keluarga, kini warung dikelola oleh Komang Swinada alias Komang Dodik, anak ketiga dari Jro Puriama.
Bertahun-tahun eksis di dunia seafood, kini warung itu digandrungi masyarakat lokal, hingga wisatawan mancanegara.
Menu andalan warung ini adalah ikan bakar dan olahan seafood. Semuanya dimasak dengan bumbu Bali autentik warisan keluarga.
Cita rasa khas, tempat yang nyaman, dan pelayanan hangat membuat pengunjung betah. Tak heran, warung ini meraih rating nyaris sempurna. Yakni 4,9 bintang di Google Maps.
Namun, keunikan Happy Nice Be Pasih bukan hanya terletak pada rempah yang mereka gunakan sebagai bumbu. Mereka memastikan bahwa bahan yang digunakan selalu segar.
Komang Dodik selalu menggandeng nelayan lokal di Desa Tukadmungga. Setiap pagi, ia membeli ikan segar langsung dari nelayan, memastikan mereka mendapat harga yang layak.
“Kami ingin mendukung para nelayan agar mereka tetap semangat melaut. Dengan membeli langsung hasil tangkapan mereka, kami bisa membantu meningkatkan penghasilan mereka dan juga menjaga kualitas makanan yang kami sajikan,” kata Komang Dodik saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengelola warung.
Happy Nice Be Pasih juga aktif mendukung kegiatan mahasiswa, terutama di Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja. Mulai dari menjadi sponsor acara hingga kerja sama dalam bazar makanan, warung ini hadir sebagai sahabat generasi muda.
“Kami sangat bersyukur atas dukungan Warung Happy Nice Be Pasih. Tanpa mereka, DHEXPO mungkin tak semeriah ini,” kata Komang Dimas Laksamana, salah seorang panitia.
Bagi Komang Dodik, bisnis bukan semata-mata soal cuan. Ia ingin tumbuh bersama komunitas, berbagi rezeki dengan nelayan, dan membantu mahasiswa yang kelak jadi pemimpin masa depan.
“Usaha kecil seperti ini sebaiknya tidak hanya fokus pada penjualan saja. Kami ingin ikut membantu sesama, terutama nelayan yang jadi sumber utama bahan kami, dan para mahasiswa yang kelak menjadi pemimpin masa depan,” demikian Dodik. (Penulis: Putu Ade Oka Wijaya)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya