Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Entil Sanda Pupuan, Kuliner Khas yang Hadir Tiap Hari Raya

Juliadi Radar Bali • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:52 WIB

 

SAJIAN KHAS: Salah satu stand yang menjual hidangan kuliner entil pada ajang Festival Art dan Food Tanah Lot belum lama ini. Hidangan ini merupakan sajian khas di Tabanan saat hari raya.
SAJIAN KHAS: Salah satu stand yang menjual hidangan kuliner entil pada ajang Festival Art dan Food Tanah Lot belum lama ini. Hidangan ini merupakan sajian khas di Tabanan saat hari raya.

RadarBuleleng.id - Kabupaten Tabanan, Bali, ternyata menyimpan kuliner unik yang tak banyak dijumpai sehari-hari. 

Salah satunya adalah Entil Sanda Pupuan, makanan tradisional dengan cita rasa khas sekaligus sarat nilai filosofis. 

Hidangan ini biasanya hanya dihidangkan saat hari raya. Salah satunya saat Hari Raya Galungan.

Namun belum lama ini, hidangan tersebut dihadirkan pada ajang Festival Art dan Food Tanah Lot yang digelar 21–25 Agustus lalu.

Selama festival, entil terjual hingga 300–350 porsi per hari dengan omzet mencapai Rp7 juta per hari. 

Tidak hanya warga Tabanan, pembeli datang dari Denpasar bahkan wisatawan mancanegara yang penasaran ingin mencicipi kuliner legendaris ini.

Kuliner entil pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2016 oleh Ni Nyoman Srinasih. Sejak itu, entil semakin dikenal luas hingga ke luar Tabanan. 

Namun, sajian ini tetap tergolong langka. Karena biasanya hanya bisa ditemui saat ajang festival. 

Selebihnya, penikmat kuliner bisa langsung mendatangi Desa Sanda di Kecamatan Pupuan, untuk merasakan keaslian rasanya.

I Gede Dedi Ardika Putra, 25, salah seorang penjual entil di Tabanan menjelaskan, sajian entil memang identik dengan dua wilayah di Tabanan, yakni Pupuan dan Penebel. Menurutnya, entil punya keterikatan dengan hari raya besar umat Hindu.

“Di Pupuan, entil biasanya dibuat empat hari setelah Hari Raya Galungan. Sedangkan di Penebel dibuat saat Hari Pengerupukan Nyepi,” ujarnya.

Dahulu, makanan ini hanya bisa ditemui saat perayaan keagamaan. Namun sekarang, semakin banyak warga yang membuka usaha dengan menjual entil, sehingga bisa dinikmati kapan saja.

Satu porsi entil dijual sekitar Rp 20 ribu. Bahan dasarnya berupa campuran beras merah dan beras putih yang dibungkus daun kali ngidi. 

Hidangan ini kemudian dilengkapi topping sayur urap dari paku, serundeng, kacang goreng, ayam sisit, telur pindang, keripik talas, serta kuah khas dengan sentuhan bumbu Bali. 

Tak ketinggalan sambal embe yang menambah cita rasa pedas gurih.

Keunikan entil menurut pelanggan ada pada kuahnya yang kaya rasa kaldu dan rempah Bali. 

Tidak heran jika kini entil sering disajikan bukan hanya dalam festival, tetapi juga pada jamuan rapat, pesta pernikahan, hingga acara resmi. 

“Bahan-bahan entil semuanya menggunakan produk lokal Tabanan,” jelas Dedi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #entil #omzet #hari raya #galungan #porsi #khas #pupuan #tabanan #kuliner #hidangan #festival