RadarBuleleng.id - Sebuah rumah makan di Jalan Mahendradatta, Kecamatan Denpasar Barat, Bali, setiap hari tak pernah sepi pengunjung.
Sejak pagi, ratusan warga datang silih berganti. Uniknya, tak ada kasir dan tak ada harga yang harus dibayar. Semua makanan di tempat ini dibagikan gratis.
Dalam sehari, sedikitnya 200 hingga 300 porsi makanan habis disantap warga dari berbagai latar belakang.
Mulai dari tukang ojek, sopir truk, pemulung, hingga masyarakat umum, semua duduk bersama menikmati hidangan tanpa dipungut biaya sepeser pun.
Aksi sosial ini digagas I Putu Gde Indra Yudha, seorang pengelola perusahaan di bidang manajemen.
Rumah makan gratis yang sudah berjalan lebih dari dua minggu itu merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang ia kelola.
“Ini merupakan bagian dari CSR perusahaan yang dikelola saya. Saya lagi ingin merayu Tuhan saja,” katanya.
Baca Juga: MBG di Buleleng Tetap Jalan Saat Ramadan. Siswa Muslim Terima Paket Kering Jelang Pulang Sekolah
Indra menjelaskan, sebelum menghadirkan rumah makan gratis, perusahaannya rutin menyalurkan bantuan paket sembako setiap tahun sejak 2012.
Bantuan tersebut menyasar sejumlah pemukiman pemulung, termasuk di kawasan TPA Suwung, Denpasar.
“Dan di tahun 2026 akhirnya terpikir rumah makan gratis ini,” ujarnya.
Saat ini, ruko yang dijadikan lokasi rumah makan telah dikontrak selama dua tahun. Namun, Indra membuka peluang memperpanjang masa sewa melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat.
Pengelola operasional Rumah Makan Gratis, Dicky, menjelaskan bahwa program tersebut resmi berjalan sejak awal Februari 2026.
Rumah makan buka pukul 09.00 hingga 14.00 WITA. Khusus bulan Ramadan, jam operasional akan bergeser menjadi pukul 18.00 hingga 21.00 Wita.
“Dalam sehari awalnya kurang lebih seratusan dan sekarang meningkat 200 hingga 300 porsi per hari,” bebernya.
Tak ada persyaratan khusus bagi siapa pun yang ingin menikmati hidangan. Semua kalangan dan agama dipersilakan datang.
Menu yang disajikan pun beragam dan berganti setiap hari, mulai dari ayam sisir, telur, aneka sayuran, mi, sayur asem, hingga pindang sambal ijo.
Pelengkap seperti kerupuk dan es teh juga tersedia gratis. Seluruh makanan dipastikan halal sehingga dapat dikonsumsi siapa saja.
Di dapur, empat orang koki profesional dibantu tiga orang helper setiap hari menyiapkan ratusan porsi makanan.
Menariknya, aksi sosial tersebut mulai memantik kepedulian banyak pihak. Warga yang mampu kini turut berdonasi, mulai dari beras, telur, daging, sayuran, tahu, tempe, hingga bahan pokok lainnya.
“Bahkan ada juga sudah mulai banyak banyak masyarakat Bali yang melakukan donasi berupa bahan baku atau bahan pokok yang kami olah di sini. Ada beras, telur, kerupuk, daging, sayuran, tahu dan tempe dan lainnya. Rata-rata setiap hari donasinya datang,” tandasnya.
Indra berharap, gerakan berbagi tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menebar kebaikan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu di tengah tekanan ekonomi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya