Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Provinsi Sulawesi Utara Krisis Daging Babi, Impor Besar-besaran dari Bali

Antara • Jumat, 12 Juli 2024 | 01:44 WIB
TERNAK BABI: Babi di kandang salah seorang peternak di Bali.
TERNAK BABI: Babi di kandang salah seorang peternak di Bali.

RadarBuleleng.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah mengimpor 750 ekor babi dari Bali untuk menjaga stabilitas harga daging babi di wilayahnya.

"Gubernur mengambil langkah ini agar harga daging babi tidak menyebabkan inflasi," kata Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw di Manado, sebagaimana dikutip dari ANTARA, pada Kamis (11/7/2024).

Dia menjelaskan bahwa setelah wabah 'African Swine Fever' (ASF), populasi babi di Sulut turun hingga 70 persen.

"Setelah mempertimbangkan dan membandingkan dengan daerah lain, gubernur memutuskan untuk mengimpor babi dari Bali. Kualitasnya bagus dan meskipun ada biaya kirim, harganya tetap lebih murah dari harga pasar Rp120 ribu per kilogram," ungkapnya.

Wakil Gubernur mengkhawatirkan jika tidak ada tindakan antisipasi, harga daging babi bisa mencapai Rp 200 ribu per kilogram.

"Impor babi dari Bali adalah langkah antisipatif menjelang perayaan pengucapan syukur, Natal, dan Tahun Baru. Gubernur berani mengambil langkah ini," ujarnya.

Wagub yakin inisiatif Gubernur Olly Dondokambey untuk mendatangkan babi dari Bali akan menjaga pasokan dan menstabilkan harga.

"Kami berharap solusi seperti ini terus menjadi pola pikir kita di Sulut," harapnya.

Sebanyak 750 ekor babi yang diimpor dari Bali terdiri dari 500 ekor babi potong dan 250 ekor indukan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #babi #impor #sulawesi utara