RadarBuleleng.id - Musisi dan pendaki Fiersa Besari akhirnya memberikan kabar terbaru setelah sempat tertahan di basecamp Puncak Carstensz, Papua Tengah.
Pada hari ulang tahunnya yang jatuh pada 3 Maret, Fiersa memastikan bahwa dirinya selamat. Meskipun masih dalam kondisi syok akibat tragedi yang menimpa rombongan pendakinya.
Melalui unggahan di Instagram, Fiersa mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya dua rekan pendaki, Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono.
Kedua perempuan berusia 61 tahun tersebut merupakan sahabat SMA yang sedang menyelesaikan misi Indonesia Seven Summits.
Mereka meninggal dunia di Teras 2 setelah berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramid akibat hipotermia.
"Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya," tulis Fiersa dalam unggahannya.
Fiersa sendiri baru saja menyelesaikan Ekspedisi Atap Negeri, yang menaklukkan 33 puncak tertinggi di 33 provinsi Indonesia. Namun, perjalanan turun dari Carstensz Pyramid menjadi tragedi bagi rombongannya.
Sebanyak 13 pendaki yang selamat sempat tertahan di basecamp Yellow Valley akibat buruknya cuaca yang menghambat operasional helikopter.
Tim evakuasi memprioritaskan pendaki yang membutuhkan pertolongan medis serta jenazah para korban untuk segera diterbangkan ke Timika.
Tiga pendaki lainnya, Indira Alaika, Alvin Reggy, dan Saroni, juga mengalami hipotermia di Summit Ridge. Mereka berhasil dievakuasi ke RSUD Timika untuk mendapatkan perawatan intensif.
Tragedi yang menimpa para pendaki bermula pada Sabtu (1/3/2025) pukul 22.30 WIT. Saat itu lima orang pendaki mengalami hipotermia akibat badai salju, hujan deras, dan angin kencang.
Selanjutnya, rombongan yang terjebak di Teras 2 memutuskan untuk bermalam demi menunggu bantuan.
Badai yang tak kunjung reda, serta upaya evakuasi medis yang terhambat membuat Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono meninggal pada 2 Maret 2025 pukul 02.07 WIT.
Tim medis kemudian berupaya melakukan penyelamatan terhadap tiga orang pendaki lain yang mengalami hipotermia di Summit Ridge.
Tim evakuasi berhasil menemukan para survivor dan melakukan tindakan medis darurat. Seluruh survivor baru berhasil dievakuasi ke Timika pada Senin (3/5/2025).
Rombongan pendaki diketahui berangkat dari Timika pada Rabu (26/22025) menggunakan dua helikopter.
Mereka melakukan aklimatisasi selama dua hari sebelum memulai pendakian ke puncak pada Jumat (28/2/2025) pukul 04.00 WIT.
Puncak Carstensz berhasil dicapai pada pukul 14.00 WIT, dan perjalanan turun pun dimulai.
Namun, cuaca ekstrem menyebabkan beberapa pendaki mengalami hipotermia, termasuk dua korban yang akhirnya meninggal dunia. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya