Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kunjungi Buleleng, Wamen Veronica Tan Ingatkan Jangan Jual Tanah Bali

Francelino Junior • Kamis, 1 Mei 2025 | 17:18 WIB

 

BERTEMU PETANI: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan (paling kiri) saat mengunjungi Desa Nagasepaha, Buleleng.
BERTEMU PETANI: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan (paling kiri) saat mengunjungi Desa Nagasepaha, Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan, melakukan kunjungan ke Buleleng.

Ia mengikuti kegiatan panen padi sehat pribumi yang diselenggarakan oleh Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kabupaten Buleleng.

Agenda panen padi itu berlangsung di Subak Babakan, Desa Nagasepaha, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali, pada Kamis (1/5/2025) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Veronica mengapresiasi masyarakat di Desa Nagasepaha yang masih mempertahankan lahan mereka untuk pertanian.

Menurutnya kondisi lahan di Bali sudah banyak berubah. Lahan pertanian sudah berubah menjadi ladang bisnis. Entah itu hotel maupun properti lainnya.

Dampaknya, Bali rentan mengalami masalah kerawanan pangan. Ditambah lagi, Bali semakin macet karena aktivitas bisnis dan pariwisata semakin banyak.

“Padi berubah berubah jadi lahan turis. Hanya karena uang sebentar. Tapi tidak itu sustainable (berkelanjutan),” kata Veronica.

Menurut Veronica, Presiden RI Prabowo Subianto berpesan agar masyarakat mengedepankan ketahanan pangan dan ketahanan keluarga. Hal itu akan terwujud apabila masyarakat ada pada jalur ekonomi yang benar.

“Jalur kita adalah agriculture (pertanian), jalur kita adalah petani. Jalur kita adalah pengusaha pangan. Mari kembali ke jalur itu,” ujarnya.

Ia menyadari bahwa masyarakat Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata. Veronica yakin pelestarian lahan pertanian akan memberikan dampak lebih besar bagi pariwisata.

“Kita bisa merangkul tourism (pariwisata) dari farm to table (sawah ke meja). Lewat produk organik, ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan. Termasuk menjadi agri-tourism. Saya yakin Buleleng bisa menjadi contoh,” demikian Veronica. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Nagasepaha #ketahanan pangan #padi #panen #menteri #Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak #veronica #pengusaha #pertanian #pribumi #pariwisata #subak #bisnis #veronica tan #properti #buleleng