Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

5.000 Siswa Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis: BGN Tutup 2 Dapur Usai Investigasi

Acep Tomi Rianto • Minggu, 28 September 2025 | 14:52 WIB

Dapur MBG di Bandung Barat
Dapur MBG di Bandung Barat

RadarBuleleng.id - Kabar mengejutkan datang dari pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Lebih dari 5.000 siswa di berbagai daerah dilaporkan mengalami gejala keracunan makanan setelah mengonsumsi hidangan dari program tersebut.

Menyikapi insiden masif ini, Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan investigasi dan memutuskan untuk menutup dua dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber keracunan. 

Kasus ini menyita perhatian publik karena program yang dirancang untuk meningkatkan gizi justru menimbulkan risiko kesehatan serius bagi anak sekolah. 

Data Dinas Kesehatan Bandung Barat per 24 September 2025 mencatat lebih dari 5.000 siswa mengalami gejala keracunan, membuat otoritas kesehatan menetapkan status Kejadian Luar Biasa. 

Pakar IDAI Soroti Distribusi Panjang dan Waktu Tunggu Makanan 

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menilai distribusi makanan MBG yang terlalu lama membuka celah pertumbuhan bakteri. 

“Proses memasak sejak malam hingga dikonsumsi siang hari menambah risiko kontaminasi,” ujar dr. Piprim dalam webinar resmi IDAI, Kamis 25 September 2025. 

Standar Keamanan Pangan Harus Dipatuhi Seluruh Rantai Produksi

Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI, dr. Yogi Prawira, Sp.A(K) menekankan makanan matang tidak boleh dibiarkan di suhu ruang lebih dari empat jam. 

“Daging sapi minimal 71 derajat celsius, ayam 74 derajat, ikan 63 derajat, dan telur harus matang sempurna,” kata dr. Yogi dalam pernyataan yang sama. 

Menurutnya, kontaminasi bisa terjadi sejak penyiapan bahan mentah, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah. 

Badan Gizi Nasional Tutup Dapur dan Tegaskan Perbaikan Sistem 

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengungkap dua dapur MBG di Bandung Barat ditutup setelah ditemukan pelanggaran standar operasional prosedur.

“Dari makanan matang ke waktu santap maksimal enam jam, pelanggaran ini harus diperbaiki,” ujar Nanik dalam konferensi pers di Bogor, Kamis 25 September 2025.

Nanik menegaskan BGN bersama mitra korporasi penyedia makanan akan melakukan evaluasi menyeluruh demi mencegah kejadian serupa. 

Kasus keracunan massal ini memicu desakan evaluasi kebijakan dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan pakar gizi masyarakat. 

Mereka menilai perbaikan rantai pasok, pengetatan SOP, serta penguatan peran kantin sekolah menjadi kunci menjaga gizi anak sekaligus melindungi kesehatan. 

Pemerintah pusat diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini agar program MBG tetap berjalan aman dan tepat sasaran bagi jutaan siswa di seluruh Indonesia. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #makanan #dapur #kesehatan #telur #program #badan gizi nasional #sapi #dokter #BGN #keracunan #gizi #ayam #siswa #ikan #anak #investigasi