Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kabinet Prabowo: Dari Wamendagri Baru hingga Asisten Khusus Presiden

Dianisa Damayanti • Kamis, 9 Oktober 2025 | 23:45 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik dua wakil menteri Kabinet Merah Putih dan dua asisten khusus presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025).
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi melantik dua wakil menteri Kabinet Merah Putih dan dua asisten khusus presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025).

RadarBuleleng.id - Presiden Prabowo Subianto memulai langkah awal pemerintahannya dengan melantik sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025).

Dalam reshuffle keempat Kabinet Merah Putih ini, Prabowo menegaskan arah baru pemerintahannya melalui penunjukan dua wakil menteri, beberapa asisten khusus presiden, serta sejumlah duta besar dan pejabat daerah.

Salah satu sorotan utama dalam pelantikan tersebut adalah pergantian posisi Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri).

Presiden Prabowo resmi mengangkat Akhmad Wiyagus untuk menggantikan Ribka Haluk, yang kini diberi amanah baru sebagai Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Pergantian ini menandai upaya pemerintah memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, terutama di kawasan timur Indonesia.

Selain itu, Benjamin Paulus Octavianus juga dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes).

Penambahan posisi di kementerian kesehatan disebut sebagai bagian dari strategi mempercepat layanan publik di sektor kesehatan nasional.

Wilayah Indonesia yang luas dan tantangan pelayanan kesehatan yang kompleks menuntut kerja yang lebih cepat dan terkoordinasi.

Tidak hanya di level kementerian, Prabowo juga menunjuk dua Asisten Khusus Presiden yang akan membantu dalam penyusunan kebijakan dan komunikasi pemerintahan.

Dirgayuza Setiawan diangkat sebagai Asisten Khusus bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, sedangkan Agung Gumilar Saputra bertugas di bidang Analisa Data Strategis.

Keduanya memiliki peran penting dalam mengelola data serta menyiapkan bahan analisis dan komunikasi kebijakan presiden.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi awal pemerintahan Prabowo untuk memastikan mesin birokrasi berjalan efektif.

Dengan pelantikan yang diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 32 M dan 33 M Tahun 2025, susunan baru kabinet dan jajaran istana menunjukkan fokus pada tata kelola, transparansi data, serta percepatan pembangunan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga melantik 10 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh serta satu Wakil Duta Besar untuk negara-negara sahabat.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik dan memperluas kerja sama strategis Indonesia di tingkat global.

Secara keseluruhan, ada 25 pejabat baru yang dilantik pada hari itu, mulai dari wakil menteri, asisten khusus, hingga pejabat daerah dan diplomat.

Dengan pelantikan tersebut, Prabowo mengirim pesan bahwa pemerintahannya akan berjalan dengan ritme cepat dan berorientasi hasil.

Pelantikan pejabat-pejabat baru ini menjadi langkah pertama Prabowo dalam merapikan struktur pemerintahan.

Melalui wajah-wajah baru di kabinet dan lingkar istana, arah kebijakan negara tampak diarahkan untuk memperkuat birokrasi, mempercepat pelayanan publik, dan meningkatkan efektivitas koordinasi lintas sektor. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pejabat #wakil menteri #kesehatan #asisten #Kabinet Merah Putih #duta besar #Wamenkes #prabowo subianto #birokrasi #Wamendagri #reshuffle #Komite Eksekutif #papua #istana negara #presiden #otonomi khusus #kementerian