Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Garuda Spark Innovation Hub, Rumah Baru bagi Start-up dan Inovator Digital Nasional

Dianisa Damayanti • Senin, 10 November 2025 | 22:19 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membuka Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta, Kamis (2/10/2025).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membuka Garuda Spark Innovation Hub di Jakarta, Kamis (2/10/2025).

RadarBuleleng.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi meluncurkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) sebagai pusat pengembangan ekosistem digital nasional.

Program tersebut dirancang menjadi “rumah bersama” bagi start-up, inovator, dan talenta digital Indonesia untuk memperkuat daya saing bangsa di era transformasi digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut, Garuda Spark hadir sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas digital.

"Garuda Spark adalah rumah bersama bagi inovator digital Indonesia. Dari sini, kita melaju menuju Indonesia sebagai kekuatan digital dunia,” ujarnya saat peluncuran di Jakarta.

Garuda Spark Innovation Hub memiliki tiga fase utama. Yakni fondasi, aktivasi, dan scaling.

Program ini tidak hanya menjadi ruang berbagi ide dan inovasi, tetapi juga menyediakan pelatihan, mentoring, serta akses kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah menargetkan inisiatif ini dapat melahirkan empat juta talenta digital baru hingga 2030, sejalan dengan visi Indonesia menjadi pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Sejak pertama kali diluncurkan di Bandung, Garuda Spark kini telah hadir di Jakarta dan diperluas ke Aceh serta Medan.

Ekspansi ke berbagai daerah ini diharapkan mampu menciptakan pemerataan akses dan kesempatan di bidang teknologi.

“Kami ingin transformasi digital tidak hanya dinikmati di kota besar. Garuda Spark akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Meutya menegaskan.

Keberadaan Garuda Spark juga didukung oleh berbagai mitra strategis seperti Paragon, Tech in Asia, Google, dan Telkom Indonesia, yang berperan sebagai penggerak inovasi dan mentor bagi start-up baru.

Menurut Meutya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inovasi digital tidak berhenti di ide, tetapi bisa diwujudkan menjadi solusi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

Hasil Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan peningkatan dari 43,34 persen menjadi 44,53 persen.

Peningkatan ini menjadi bukti kemajuan digitalisasi nasional, namun pemerintah menilai sektor layanan publik dan pendidikan daring masih tertinggal dibandingkan sektor swasta.

Karena itu, Garuda Spark diharapkan menjadi katalis bagi transformasi digital yang lebih merata dan inklusif.

Melalui Garuda Spark Innovation Hub, Komdigi ingin menciptakan ekosistem digital yang bukan hanya mencetak talenta, tetapi juga mendorong munculnya teknopreneur lokal yang berdaya saing global.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta solusi digital yang diakui dunia,” ujar Meutya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pemerintah #meutya hafid #menteri #teknologi #Garuda Spark Innovation Hub #garuda #digital #inovasi #kementerian #komdigi