Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Prabowo Soroti Sampah di Bali: Turis Tak Mau Datang Kalau Pantai Kotor

Eka Prasetya • Senin, 2 Februari 2026 | 17:27 WIB

 

SOROTI BALI: Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. Ia sempat menyoroti Bali terkait masalah sampah.
SOROTI BALI: Presiden RI, Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor. Ia sempat menyoroti Bali terkait masalah sampah.

RadarBuleleng.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti serius persoalan sampah di Bali yang dinilainya berpotensi merusak citra pariwisata nasional. 

Sorotan keras itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Menurut Prabowo, sektor pariwisata memiliki peran strategis karena mampu menyerap tenaga kerja paling banyak, dengan persiapan yang relatif cepat dan biaya lebih murah dibanding sektor lain. 

Namun, keunggulan itu akan sia-sia jika persoalan lingkungan, terutama sampah, tidak ditangani secara serius.

“Pariwisata menyerap lapangan kerja paling banyak. Menyiapkannya juga paling cepat dan lebih murah dari yang lain. Tapi saya menggugah, pariwisata, apakah turis mau datang melihat sampah?” ujar Prabowo.

Ia menegaskan, keindahan alam Indonesia menjadi daya tarik utama wisatawan. Namun kondisi lingkungan yang kumuh justru dapat membuat wisatawan enggan datang, termasuk ke Bali yang selama ini menjadi ikon pariwisata nasional.

“Indonesia indah, dia mau datang. Lihat kumuh, dia mau ke Bali. Pantai Bali kotor,” tegasnya.

Prabowo bahkan mengungkapkan pengalamannya saat bertemu sejumlah pejabat tinggi Korea Selatan. Dalam pertemuan itu, ia menerima kritik langsung terkait kondisi Bali.

“Saya di Korea ketemu tokoh-tokoh di Korea. Menteri-menteri, jenderal-jenderal, tentara di mana pun dia nggak pakai basa-basi. Dia bicara apa adanya. Dia bilang, Your Excellency, I just came from Bali. Oh Bali so dirty now. Bali not nice,” ungkap Prabowo.

Kritik tersebut, kata Prabowo, diterimanya sebagai koreksi yang harus dijawab dengan tindakan nyata. Ia menegaskan persoalan sampah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

“Ini harus kita atasi bersama. Ini maaf ya gubernur, bupati, wali kota dari Bali. Ini betul lho. Bali bulan Desember 2025. Ini pantai Bali. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” lanjutnya.

Dalam arahannya, Prabowo meminta kepala daerah di Bali agar mengerahkan seluruh potensi yang ada, termasuk melibatkan sekolah dan aparat negara, untuk membersihkan pantai secara rutin.

“Gubernur, bupati, SMA, SMP, SD, di bawah kendali saudara. Apa susahnya sih entah hari Sabtu, hari Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Ini pantai kita. Ini halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” ucapnya.

Prabowo juga menegaskan akan mengerahkan TNI, Polri, hingga BUMN untuk terlibat aktif dalam gerakan bersih-bersih.

“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah, dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu. Korve, korve, korve. Kepolisian kerahkan. Danantara semua BUMN, ribuan anak buahnya, korve,” tegasnya.

Ia bahkan meminta seluruh kementerian dan lembaga menjadikan kebersihan sebagai budaya kerja.

“Sebelum masuk kantor, minimal 30 menit bersihkan lingkunganmu. Kita ini harus menyatakan perang pada sampah. Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit,” ujarnya.

Menanggapi kritik Presiden tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa persoalan sampah di kawasan Pantai Kuta merupakan fenomena musiman.

“Mengenai sampah di Pantai Kuta, itu adalah sampah kiriman yang datangnya musiman pada saat musim hujan, khususnya akhir Desember, Januari, dan awal Februari,” jelas Koster.

Ia menerangkan, hujan dengan intensitas tinggi disertai arus laut besar membawa sampah kiriman dari luar daerah menuju pesisir Bali. 

Kondisi itu terjadi cepat, sehingga tumpukan sampah dapat muncul dalam waktu singkat.

Meski demikian, Koster menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam.

“Kami langsung membersihkan. Hanya saja, untuk mobilisasi personel dan peralatan, dibutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam sampai pantai benar-benar bersih,” ujarnya.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, Koster memastikan akan segera mengoordinasikan langkah penanganan dengan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Dinas Pendidikan, serta melibatkan TNI dan Polri.

“Saya akan membentuk satuan tugas untuk berjaga di pantai. Begitu sampah datang, langsung bisa dibersihkan, tidak perlu menunggu dua atau tiga jam,” terangnya.

Terkait pelibatan pelajar dalam kegiatan bersih-bersih pantai, Koster menyatakan kesiapan Pemprov Bali untuk menjalankan arahan tersebut, dengan catatan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.

“Anak-anak sekolah bisa dilibatkan, tentu dengan menyiapkan alat pengangkut dan peralatan pembersihnya,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kotor #ikon #rakornas #pantai #lingkungan #turis #pariwisata #prabowo subianto #sentul #polri #tni #sampah #prabowo #presiden