Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Loka POM Buleleng Sidak Takjil di Pasar Kaget Jalan Jeruk. Seluruh Sampel Negatif Zat Berbahaya

Eka Prasetya • Rabu, 25 Februari 2026 | 05:12 WIB

 

CEK SAMPEL: Petugas Loka POM Buleleng mengecek sampel makanan yang diambil dari Pasar Kaget Jalan Jeruk, Kampung Kajanan. Seluruh takjil yang dijual di lokasi tersebut dinyatakan aman dan layak.
CEK SAMPEL: Petugas Loka POM Buleleng mengecek sampel makanan yang diambil dari Pasar Kaget Jalan Jeruk, Kampung Kajanan. Seluruh takjil yang dijual di lokasi tersebut dinyatakan aman dan layak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pengawasan takjil selama bulan Ramadan terus digencarkan di Pasar Kaget Jalan Jeruk, Kelurahan Kampung Kajanan, Kabupaten Buleleng, Bali. 

Seperti yang berlangsung kemarin (24/2/2026). Tim Loka POM Buleleng mengambil berbagai sampel di pusat penjualan takjil di Bali Utara itu.

Hasilnya, seluruh sampel makanan yang diuji dinyatakan aman dari kandungan zat berbahaya.

Kepala Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Buleleng, Rai Gunawan mengatakan, pihaknya mengambil 16 sampel terhadap berbagai jenis takjil yang dijual pedagang.

“Kami lakukan 16 sampling. Semua negatif dari seluruh parameter. Baik itu pewarna tekstil seperti rhodamine B dan methanil yellow, boraks, maupun formalin,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan berbasis analisa risiko. Petugas menyasar makanan dengan ciri tertentu yang berpotensi mengandung bahan berbahaya.

“Misalnya warna yang mencolok, bahan pangan yang biasanya ditambah zat berbahaya. Misalnya cendol yang warnanya mencolok, bakso, teri. Karena memang berpotensi ada campuran bahan berbahaya di situ,” jelasnya.

Selain itu, kerupuk juga menjadi perhatian karena kerap disalahgunakan dengan penambahan boraks agar teksturnya lebih renyah.

Pengawasan ini merupakan bagian dari intensifikasi selama bulan Ramadan. “Ini pengawasan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jadi selama masa Ramadan ini kami lakukan intensifikasi pengawasan pangan,” tegas Rai Gunawan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, mengapresiasi hasil pemeriksaan tersebut. Dari 16 sampel yang diuji, seluruhnya dinyatakan aman dan tidak menggunakan pewarna tekstil.

“Jadi sementara dari 16 yang diperiksa, semuanya sudah aman. Tidak ada yang menggunakan pewarna pakaian, semua menggunakan pewarna alami. Kami bersyukur kesadaran semakin tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan pedagang agar lebih memperhatikan aspek kebersihan saat berjualan.

“Hanya perlu meningkatkan kesadaran kebersihan. Karena mereka setelah menerima uang, tangannya dipakai lagi untuk mengambil makanan. Jadi memang idealnya pakai glove,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pewarna tekstil #bali #takjil #jalan jeruk #kampung kajanan #makanan #hari raya #ramadan #sampel #idul fitri #bakso #pasar kaget #bali utara #boraks #pom #buleleng #formalin #teri