Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Orang Tua Kritik MBG, Siswa Dikabarkan Dikeluarkan dari Sekolah. BGN: Hanya Kesalahpahaman

Eka Prasetya • Rabu, 6 Mei 2026 | 06:38 WIB
ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). (jawapos.com)
ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). (jawapos.com)

 

RadarBuleleng.id - Santer beredar kabar seorang siswa SDN 01 Banjaranyar, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikeluarkan dari sekolah karena orang tuanya mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) pun melakukan penelusuran terkait hal tersebut. Mereka angkat bicara memberikan penjelasan.

Koordinator Regional Badan Gizi Nasional Jawa Tengah, Reza Mahendra, menegaskan siswa tersebut masih berstatus aktif dan tidak pernah dikeluarkan dari sekolah.

"Hingga saat ini, tidak ada siswa yang dikeluarkan. Siswa tersebut masih berstatus peserta didik. Masalah tersebut sudah diselesaikan oleh pihak sekolah dengan memberikan edukasi kepada wali siswa mengenai pagu anggaran MBG yang menjadi keluhan wali siswa," ujarnya.

Polemik bermula dari kesalahpahaman orang tua terkait besaran anggaran menu MBG, terutama saat bulan puasa. 

Orang tua mengira harga paket mencapai Rp15 ribu, padahal tarif yang berlaku Rp 8 ribu untuk porsi kecil dan Rp 10 ribu untuk porsi besar.

Pihak sekolah kemudian memanggil wali siswa untuk memberikan penjelasan. Namun setelah pertemuan tersebut, siswa yang bersangkutan tidak kembali bersekolah. 

Situasi semakin berkembang setelah muncul narasi di media sosial yang menyebut adanya perundungan.

Kasus ini sebenarnya sudah mencuat sejak Januari 2026 dan kembali ramai pada April 2026 dengan isu yang berkembang menjadi tudingan pemberhentian siswa. 

Bahkan, fokus perbincangan di media sosial sempat bergeser dari kritik terhadap Lembar Kerja Siswa (LKS) menjadi isu MBG.

Dalam penanganannya, pihak sekolah bersama aparat setempat telah melakukan berbagai langkah, termasuk pemeriksaan melalui proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pemalang Randudongkal 2 juga melakukan evaluasi layanan, khususnya pada kualitas menu MBG.

Penyelidikan turut melibatkan Polres Pemalang, dengan fokus pada dugaan perundungan, bukan pada kritik terhadap program MBG. Hingga awal Mei 2026, pihak sekolah telah beberapa kali menjalani pemeriksaan.

Proses penyelesaian masih berjalan. BGN memastikan akan terus meningkatkan kualitas layanan MBG agar program berjalan optimal di sekolah.

Sementara itu, Kepala SDN 01 Banjaranyar, Sri Umbartiningsih, menyebut program MBG mendapat respons positif dari siswa.

"Siswa di sekolah kami sangat antusias adanya MBG. Ini dibuktikan dengan siswa yang menunggu ketika MBG dibagikan. Siswa sering kali meminta untuk memakan MBG punya temannya yang tidak berangkat sekolah," katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#Makan Bergizi Gratis #kiritk #Mbg #sekolah #siswa