RadarBuleleng.id - Insiden keracunan makanan massal kembali mengguncang dunia pendidikan di Jawa Barat.
Puluhan siswa kelas 7 di SMP Negeri 4 Pamarican, Kabupaten Ciamis, dilarikan ke puskesmas pada Senin (29/9/2025) setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Para siswa mulai merasakan gejala keracunan sekitar pukul 10.30 WIB.
Gejala yang timbul seragam dan cepat. Yakni mual, pusing hebat, sakit perut, hingga muntah-muntah secara bersamaan.
Semua korban langsung mendapat penanganan intensif di Puskesmas Pamarican.
Kesaksian Korban: Daging Ayam Sudah Berbau
Salah seorang korban, Aulia Rahmawati, 14, memberikan kesaksian kunci mengenai kualitas makanan yang ia santap.
Aulia mengaku mulai merasakan sakit hanya sekitar 10 menit setelah makan.
“Tadi menu makannya ada nasi, ayam, sayur, sama jeruk. Yang bikin mual dan sakit perut itu karena ayam gorengnya sudah bau. Saya sampai tidak habis makannya,” ujar Aulia.
Menurut data terbaru, total 47 siswa terdampak keracunan, dan 16 siswa di antaranya masih harus menjalani rawat inap di Puskesmas.
Bupati Ciamis Turun Tangan, Ancam Sanksi Tegas
Menanggapi insiden serius ini, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, segera meluncur ke Puskesmas Pamarican untuk meninjau langsung kondisi para siswa yang dirawat.
Herdiat membenarkan bahwa insiden tersebut terjadi setelah distribusi MBG yang menjangkau 422 siswa dari kelas VII dan VIII.
Meskipun demikian, ia menahan diri untuk langsung menyalahkan program MBG sebelum ada bukti kuat.
“Kita teliti dulu, belum dicek secara lengkap. Kami akan segera meluncur ke sana dan berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan,” tegas Herdiat.
Bupati Herdiat menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah meneliti sampel makanan dan mencari tahu penyebab pasti keracunan ini.
Ia secara terbuka menyatakan akan mengambil tindakan hukum jika ditemukan adanya kelalaian dari dapur penyedia makanan.
“Jika ditemukan kelalaian, akan ditindak tegas. Kalau aturan harus dihentikan sementara, akan dihentikan sementara. Jika permanen, akan dihentikan secara permanen,” ancamnya.
Peringatan Dini untuk Seluruh Sekolah
Sementara proses investigasi berjalan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, langsung berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan.
Erwan mengeluarkan imbauan keras kepada semua satuan pendidikan untuk berhati-hati dan melakukan pengecekan ketat.
Ia meminta pihak sekolah untuk memeriksa sajian MBG terlebih dahulu dan menunda pembagian jika ditemukan hal-hal yang mencurigakan dari menu yang disajikan.
Semua pihak kini berharap agar para siswa cepat pulih total dan dapat segera kembali menjalani aktivitas belajar mengajar mereka. (*)
Editor : Eka Prasetya