Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tersengat Listrik Jebakan Tikus, Dua Petani jadi Korban

Acep Tomi Rianto • Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:47 WIB

Polisi dan tim medis ketika melakukan pemeriksaan luar terhadap salah satu korban petani yang tewas tersengat jebakan tikus listrik di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Polisi dan tim medis ketika melakukan pemeriksaan luar terhadap salah satu korban petani yang tewas tersengat jebakan tikus listrik di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

RadarBuleleng.id – Tragedi jebakan tikus beraliran listrik di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali merenggut nyawa.

Sebanyak dua orang petani ditemukan tak bernyawa setelah tersengat arus listrik di tengah areal persawahan Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, pada Sabtu (18/10/2025) malam.

Peristiwa nahas tersebut menimpa TG, 46, warga Desa Baleraja, dan SW, 45, yang diketahui berasal dari Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis.

Menurut keterangan dari Kapolsek Gantar, Iptu Karnala, penemuan jenazah kedua korban terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di Blok Pasir Muncang Poncol.

"Benar. Korban ditemukan meninggal dunia di areal persawahan. Diduga kuat tewas kesetrum aliran listrik jebakan tikus," ujar Iptu Karnala.

Kronologi penemuan berawal dari seorang warga yang kebetulan berada di sawah sekitar 400 meter dari lokasi kejadian, sedang menunggu giliran air.

Saksi mata mengaku sempat melihat ada sinar cahaya dari kejauhan, yang kemudian disusul oleh suara orang berteriak kesakitan.

Curiga, saksi itu bergegas mendekat. Betapa terkejutnya dia saat mendapati TG dan SW sudah dalam kondisi tergeletak tidak bergerak, dengan kabel listrik masih menempel di badan keduanya.

Warga tersebut kemudian langsung memutus aliran listrik dan berteriak meminta pertolongan kepada warga lainnya.

Setelah petugas Polsek Gantar dan tim medis dari Puskesmas Gantar tiba di lokasi, pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dilakukan.

Hasilnya, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan, namun mendapati luka yang mengindikasikan kuat akibat sengatan listrik tegangan tinggi.

Pada tubuh TG ditemukan bekas luka bakar di bagian leher sebelah kiri yang melintang hingga ke dada kanan.

Sementara di tubuh SW terdapat bekas luka bakar pada tangan sebelah kanan, mulai dari jari hingga telapak tangan.

"Keduanya diduga meninggal murni akibat tersengat listrik jebakan tikus," tegas Iptu Karnala.

Pihak keluarga korban telah menerima musibah ini dan menolak dilakukannya autopsi, kemudian langsung membawa jenazah untuk dimakamkan.

Tragedi ini menjadi bukti bahwa bahaya penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di sawah masih menjadi masalah besar di Indramayu. Padahal, baik Kepolisian maupun Pemerintah Kabupaten telah berulang kali mengeluarkan peringatan dan larangan.

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, H. Sugeng Heryanto telah menegaskan pelarangan praktik memasang jebakan tikus menggunakan setrum listrik.

"Pengendalian hama tikus melalui pemasangan jebakan listrik di lahan sawah tidak dianjurkan. Karena selain membahayakan lingkungan sekitar juga keselamatan petani. Korban tewas sudah banyak dan sangat berbahaya," tegas Sugeng Heryanto.

DKPP Indramayu mengimbau petani untuk menggunakan metode pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan, seperti gropyokan (perburuan massal), penggunaan racun tikus (rodentisida) sesuai aturan, hingga pemanfaatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai predator alami. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jebakan tikus #Jebakan #air #tikus #petani #arus listrik #sawah #listrik #indramayu #jawa barat