Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kisah Gina Dwi Sartika, Pelajar Asal Lampung: Drop Out Gegara Bullying di Sekolah, Pemerintah Janji Beri Fasilitas Pendidikan

Dianisa Damayanti • Jumat, 24 Oktober 2025 | 21:06 WIB
Gubernur Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengunjungi kediaman Gina Dwi Sartika, siswi SMPN 13 Bandar Lampung yang menjadi korban bullying.
Gubernur Lampung melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengunjungi kediaman Gina Dwi Sartika, siswi SMPN 13 Bandar Lampung yang menjadi korban bullying.

RadarBuleleng.id - Nama Gina Dwi Sartika, beberapa hari terakhir menjadi perbincangan publik.

Mantan siswa SMPN 13 Bandar Lampung itu sempat viral karena pengakuannya menjadi korban bullying di sekolah.

Dia menjadi korban perundungan, akibat latar belakang orang tuanya yang bekerja sebagai pemulung.

Dalam video tersebut, gadis berusia 16 tahun itu mengaku sering dihina teman-temannya karena pekerjaan ibunya sebagai pemulung.

Gina bahkan sempat menyebut dirinya dikeluarkan dari sekolah alias drop out, usai melapor ke pihak guru.

Namun, pihak sekolah melalui Kepala SMPN 13 Bandar Lampung, Amaroh, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa Gina mengundurkan diri atas permintaan keluarga.

Menanggapi viralnya kasus ini, Gubernur Lampung memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung untuk turun langsung ke rumah Gina dan keluarganya.

Kepala Dinas Pendidikan Lampung, Thomas Amirico menjelaskan, pihaknya menemukan bahwa Gina memiliki dua adik, yakni Putri Agustina berusia 11 tahun dan Gibran Alfarizki berusia 6 tahun, yang juga belum melanjutkan sekolah.

“Bapak Gubernur menugaskan kami memastikan ketiga anak ini tetap mendapatkan hak pendidikan. Kami sudah atur agar mereka bisa kembali bersekolah sesuai jenjangnya,” ujar Thomas.

Pemprov Lampung melalui Dinas Pendidikan kemudian memfasilitasi ketiga bersaudara tersebut untuk mengikuti program kesetaraan.

Gina akan mengikuti Paket B setara SMP dan selanjutnya diarahkan melanjutkan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas Lampung.

Sementara adiknya, Putri, akan mengikuti Paket A setara SD, dan Gibran yang belum sempat bersekolah akan didaftarkan ke Sekolah Rakyat tingkat dasar pada tahun ajaran mendatang.

Selain bantuan pendidikan, pemerintah provinsi juga memberikan tali asih dan dukungan kebutuhan belajar kepada keluarga Gina.

Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah akibat faktor ekonomi maupun sosial.

Kasus Gina tidak hanya menyita perhatian publik karena unsur perundungan, tetapi juga membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya lingkungan sekolah yang inklusif bagi semua siswa tanpa memandang latar belakang sosial.

Pemerintah berharap, dengan adanya bantuan tersebut, Gina dan adik-adiknya dapat melanjutkan pendidikan tanpa rasa minder dan bisa meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami tidak ingin ada anak di Lampung yang berhenti sekolah karena dibully atau karena masalah ekonomi. Semua anak berhak belajar,” kata Thomas menegaskan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #viral #pemulung #guru #bullying #SMPN 13 Bandar Lampung #drop out #dinas pendidikan #putus sekolah #perundungan #pendidikan #sekolah #Gina Dwi Sartika #ekonomi #siswa