Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mobil dan Sepeda Motor Terobos Perlintasan Kereta Api, Tiga Orang Tewas

Acep Tomi Rianto • Rabu, 5 November 2025 | 20:56 WIB
Petugas membersihkan puing-puing mobil yang berserakan usai mengalami kecelakaan dengan kereta 161 Bangunkarta, Sleman, Selasa (4/11/2025).
Petugas membersihkan puing-puing mobil yang berserakan usai mengalami kecelakaan dengan kereta 161 Bangunkarta, Sleman, Selasa (4/11/2025).

RadarBuleleng.id - Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) 161 Bangunkarta dengan satu unit mobil dan dua unit sepeda motor.

Insiden kecelakaan itu terjadi di perlintasan sebidang antara Stasiun Brambanan dan Stasiun Maguwo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (4/11/2025).

Insiden tragis yang terjadi sekitar pukul 10.35 WIB tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara enam korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk satu keluarga yang berada di dalam mobil.

Menurut keterangan saksi mata dan kepolisian, kecelakaan terjadi saat KA Bangunkarta yang melaju dari arah Jombang menuju Jakarta melintasi perlintasan sebidang di Jalan Raya Piyungan-Prambanan.

Seorang warga bernama Yesi, 26, yang berada di dekat lokasi, mengaku mendengar klakson kereta sudah berbunyi panjang, namun palang pintu tidak berfungsi.

"Dari arah timur itu kereta sudah klakson terus. Nah, saya lihat arah barat itu palangnya nggak ditutup. Palang kereta masih terbuka, tapi suaranya nggak ada (sirine penanda palang menutup)," ucapnya.

Yesi menambahkan bahwa kendaraan masih lalu-lalang di perlintasan. Kemudian, sebuah mobil berwarna merah dan dua sepeda motor yang berada di belakangnya tertabrak Kereta Bangunkarta. Mobil tersebut dilaporkan sampai terlempar dan ringsek parah.

Kapolsek Prambanan, Kompol Dede Setiyarto, membenarkan insiden tersebut.

"Tadi sekitar pukul 10.00 WIB telah terjadi laka kereta api yang mana korbannya adalah satu unit mobil dan dua unit sepeda motor," ucapnya.

Kompol Dede menjelaskan bahwa tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian adalah semuanya pengendara sepeda motor. Dua unit motor terlibat, dengan salah satunya berboncengan.

Adapun korban yang meninggal adalah G (Laki-laki, 26 tahun), warga Klaten; S (Laki-laki), warga Kota Yogyakarta; K (Perempuan), warga Kota Yogyakarta.

Sementara itu, enam korban luka-luka terdiri dari empat orang penumpang mobil  yang merupakan suami istri, balita berusia 2 tahun, dan bayi 2 bulan.

Dua korban luka lainnya adalah pejalan kaki, yakni ibu dan balita yang berada tak jauh dari perlintasan dan menjalani observasi di RSI PDHI Yogyakarta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa atas insiden tersebut.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan duka mendalam.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan akan mendampingi dan mendukung setiap proses yang dibutuhkan, termasuk menanggung seluruh biaya proses pengobatan," ucapnya.

Mengenai penyebab kecelakaan, termasuk dugaan palang pintu yang tidak menutup, pihak KAI dan Kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Untuk kronologis lengkapnya dan juga penyebabnya, kami masih menunggu pemeriksaan resmi dari pihak kepolisian. Saat ini KAI Daop 6 berfokus pada penanganan korban dan pendampingan keluarga," ucap Feni. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#jombang #bangunkarta #stasiun maguwo #sepeda motor #kereta bangunkarta #meninggal dunia #mobil #sleman #jakarta #Stasiun Brambanan #kecelakaan #kereta api #yogyakarta