Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tragis! Diduga Terpeleset, Siswa SMPN 26 Palembang Tewas di Parit Belakang Sekolah

Acep Tomi Rianto • Minggu, 9 November 2025 | 16:05 WIB

ilustrasi jenazah
ilustrasi jenazah

RadarBuleleng.id - Dunia pendidikan di Palembang, Sumatera Selatan, berduka. Seorang siswa kelas 7 SMPN 26 Palembang, berinisial Ibnu Nabil Shaki, 13, ditemukan meninggal dunia di dalam parit (selokan) yang berada di belakang lingkungan sekolahnya, pada Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, Polisi menduga korban tewas murni karena kecelakaan.

INS diduga terpeleset dan kepalanya terbentur keras saat hendak buru-buru menyeberangi parit setelah panik ditegur warga karena berada di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung.

Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Andriyan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat jam istirahat.

Korban dan beberapa temannya nekat keluar dari lingkungan sekolah melalui celah pagar tembok.

"Korban bersama tiga rekannya keluar lingkungan sekolah tepatnya di warung saat jam istirahat, melalui sela-sela pagar tembok. Aksi mereka terlihat oleh seorang warga yang kemudian menegur karena siswa berada di luar saat jam sekolah," ucapnya.

Teguran dari warga tersebut sontak membuat INS dan teman-temannya panik, lalu mereka berlarian kembali ke arah sekolah.

"Nahasnya, saat korban hendak menyeberangi parit yang cukup lebar, ia terpeleset dan kepalanya membentur batu," Ucapnya.

Polisi menyebut, korban INS sebenarnya masih sempat berdiri setelah kepala terbentur. Namun, kondisi kepalanya yang terbentur diduga fatal.

"Menurut keterangan teman korban, saat itu INS masih sempat berdiri dan berjalan, meskipun terlihat tidak stabil," ucap Kompol Alex.

Namun, saat jam pelajaran usai, guru menyadari INS belum kembali ke kelas. Setelah dilakukan pengecekan ke area belakang sekolah, INS ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia.

"Guru menemukan korban dalam posisi tertelungkup sekitar lima meter dari tempat awal ia terjatuh, dengan posisi wajah tergenang air," Ucapnya.

Polisi telah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman korban dan warga yang menegur.

Polsek Sukarami memastikan bahwa tewasnya siswa kelas 7 ini murni kecelakaan dan tidak ada indikasi kekerasan.

"Sementara ini, berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, indikasi kuat peristiwa ini murni kecelakaan akibat kelalaian korban sendiri. Tidak ada tanda-tanda kekerasan," ucap Kompol Alex Andriyan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, M. Affan Prapanca, menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji akan meningkatkan pengawasan di lingkungan sekolah.

“Kami akan mengingatkan seluruh kepala sekolah agar lebih memperhatikan keamanan lingkungan sekolah. Pengawasan terhadap siswa di jam istirahat harus diperketat, agar kejadian serupa tidak terulang,” ucapnya.

Jenazah Ibnu Nabil Shaki telah dibawa ke rumah duka dan dimakamkan oleh pihak keluarga di TPU Soak Simpur. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#tkp #meninggal dunia #saksi #sumatera selatan #kecelakaan #istirahat #parit #pendidikan #Jam pelajaran #sekolah #SMPN 26 Palembang #siswa #palembang #polisi