RadarBuleleng.id - Bencana alam menyelimuti wilayah Jawa Tengah. Tanah longsor menerjang Dusun Cibuyut dan Dusun Tarukahan, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11/2025) malam.
Peristiwa tragis yang dipicu oleh hujan deras berhari-hari ini telah menimbun belasan rumah dan menyebabkan puluhan warga menjadi korban.
Data terbaru hingga Jumat (14/11/2025) sore menunjukkan bahwa dari total korban terdampak, 3 warga dilaporkan meninggal dunia, 5 orang berhasil diselamatkan, sementara 20 orang lainnya masih dalam pencarian intensif oleh Tim SAR Gabungan.
Warga yang selamat menceritakan detik-detik mencekam saat bukit di atas permukiman mereka tiba-tiba longsor. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.
Salah seorang korban selamat, Yayung, 62, warga Dusun Cibuyut, masih mengingat jelas kepanikan yang terjadi malam itu.
Ia yang baru pulang dari tahlilan dan sedang mencuci kaki di teras rumahnya, tiba-tiba mendengar suara gemuruh.
"Saya baru pulang tahlilan, masih di teras cuci kaki. Tiba-tiba kedengaran suara gemuruh keras sekali, kayak suara truk nurunin muatan," ucapnya.
"Dalam hitungan detik, tanah sudah bergerak cepat. Saya langsung lari, tidak sempat menyelamatkan apa-apa, termasuk empat sepeda motor dan seluruh barang berharga," lanjutnya.
Kesaksian serupa disampaikan oleh Edi, warga Dusun Cibuyut lainnya, yang saat kejadian sedang berada di rumah tetangga.
"Tiba-tiba ada bunyi gemuruh, keras sekali. Kayak suara truk nurunin muatan," ungkap Edi.
Ketika menoleh ke arah sumber suara, ia menyaksikan material tanah bergerak dengan sangat cepat disertai angin kencang menghantam permukiman.
Tim SAR Gabungan, yang dikoordinasi oleh Kantor SAR Cilacap, bersama dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan, telah mengerahkan sekitar 200 personel untuk mencari korban hilang. Proses pencarian difokuskan pada titik-titik rumah yang diperkirakan tertimbun material longsor.
On Scene Coordinator (OSC) Kantor SAR Cilacap, Priyo Prayudha Utama mengatakan, operasi pencarian dibagi ke dalam lima sektor pencarian, menggunakan alat berat, peralatan ekstrikasi, serta peralatan manual.
"Pencarian dilakukan dengan kombinasi alat berat dan pencarian manual. Proses pencarian ini dilakukan dengan sangat hati-hati karena medan yang labil dan rawan longsor susulan," katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Cilacap, Taryo, mengonfirmasi tantangan dalam proses evakuasi.
"Kondisi tanah ini kan juga masih labil, masih basah, sehingga akses alat berat harus bertahap," kata Taryo.
Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, saat meninjau lokasi kejadian, meminta agar pencarian korban dipercepat.
“Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh unsur SAR sejak awal kejadian. Segala kebutuhan segera laporkan ke Posko. Pemkab akan memfasilitasi agar proses evakuasi berjalan cepat dan aman,” kata Syamsul.
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang juga berada di lokasi, menekankan fokus utama operasi.
"Fokus kami mencari 21 orang hilang. Kami kerahkan alat berat, pompa, kemudian masyarakat di sekitar situ kami juga pastikan segala kebutuhan dasar terpenuhi dan mudah-mudahan bisa ditemukan," ucap Suharyanto.
Longsor di Cibeunying ini diduga kuat akibat akumulasi curah hujan ekstrem yang terjadi selama beberapa hari sebelumnya, yang menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan tidak mampu menahan beban.
Selain rumah yang tertimbun, sebanyak 16 rumah lainnya di zona rawan juga terancam, dan warga telah diimbau untuk segera mengungsi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya