RadarBuleleng.id - Awan panas guguran Gunung Semeru kembali menerjang kawasan Jembatan Gladak Perak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut viral setelah warga nekat merekam detik-detik luncuran material panas yang melaju cepat menuju jembatan berwarna merah tersebut.
Rekaman amatir itu ramai dibagikan di media sosial dan memicu perhatian publik karena memperlihatkan bahaya erupsi dari jarak sangat dekat.
Dalam video yang beredar, terlihat dua warga berdiri tak jauh dari jembatan, tampak tenang sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah awan panas Semeru yang menggulung.
Padahal, material guguran dari puncak gunung itu diketahui meluncur dengan jarak hingga 13 kilometer, mengikuti aliran sungai menuju sektor tenggara dan melewati jalur Curah Kobokan.
PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) melalui kamera pengawasnya juga merekam momen ketika lahar dan abu panas menutupi area jembatan.
Sementara itu, jalur penghubung vital Lumajang–Malang terputus total karena jembatan ditutup demi keamanan warga.
Awan panas Semeru sebelumnya juga dilaporkan mencapai 5 kilometer pada waktu berbeda, dengan kolom abu membumbung hingga 2.000 meter ke arah barat laut.
Aktivitas vulkanik meningkat sejak pagi hari sebelum akhirnya memicu luncuran material besar pada sore hari.
BPBD Lumajang telah mengerahkan tim reaksi cepat untuk memantau situasi dan memastikan warga tetap berada di zona aman.
Jalur di sekitar Curah Kobokan, sungai berhulu di puncak Semeru, menjadi wilayah dengan risiko tertinggi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Di tengah viralnya video warga yang merekam erupsi dari dekat, pakar kebencanaan mengingatkan bahwa fenomena awan panas bukanlah tontonan yang bisa direkam begitu saja.
Awan panas memiliki suhu sangat tinggi, kecepatan luncur mencapai puluhan kilometer per jam, serta dapat berubah arah secara tiba-tiba mengikuti kontur lembah.
Selain itu, laporan terkait menunjukkan adanya sepasang suami istri asal Kediri yang menjadi korban dalam insiden serupa.
Mereka terjebak awan panas saat melintas di kawasan Gladak Perak dan mengalami luka bakar serius sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Pihak berwenang mengimbau warga agar tidak mendekati radius rawan dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Curah Kobokan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya