RadarBuleleng.id – Aksi sederhana namun sarat makna datang dari seorang penyintas banjir di Aceh, Rabu (7/1/2026).
Di tengah kondisi lingkungan yang belum pulih sepenuhnya, warga tersebut justru menunjukkan semangat bangkit yang luar biasa.
Alih-alih meratapi halaman rumahnya yang masih dipenuhi lumpur sisa banjir, warga itu memanfaatkan kondisi tersebut untuk menanam bibit padi.
Aksi ini terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman tersebut terlihat halaman depan rumah panggung kayu masih basah dan berlumpur.
Kondisi yang bagi sebagian orang dianggap sebagai hambatan, justru dijadikan media tanam alternatif.
Dengan cekatan, warga itu menancapkan satu per satu bibit padi ke dalam lumpur, layaknya tengah berada di lahan persawahan.
Aksi tersebut menjadi simbol ketangguhan dan optimisme masyarakat di tengah keterbatasan pasca bencana.
Meski banjir sempat merendam permukiman dan mengganggu aktivitas sehari-hari, warga ini memilih untuk tetap produktif demi menyambung hidup.
“Dipaksa bangkit! Pasca banjir warga tanam padi di halaman,” tulis keterangan dalam video yang diunggah.
Langkah sederhana itu pun menuai decak kagum warganet. Banyak yang menilai aksi tersebut mencerminkan semangat pantang menyerah dan kemampuan masyarakat Aceh untuk bertahan serta beradaptasi menghadapi bencana.
Meski dilakukan di lahan terbatas dan jauh dari area persawahan ideal, penanaman padi di halaman rumah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga setelah melewati masa-masa sulit pascabanjir. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya