Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya Terus Berlanjut, Buritan dan Kamar Mesin Mulai Terangkat

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 2 Februari 2026 | 12:24 WIB

 

ANGKAT BANGKAI KAPAL: Crane Bass dari kapal BC Pioner 88 mengangkat tiga truk muatan KMP Tunu Pratama Jaya yang sudah dalam kondisi rusak.
ANGKAT BANGKAI KAPAL: Crane Bass dari kapal BC Pioner 88 mengangkat tiga truk muatan KMP Tunu Pratama Jaya yang sudah dalam kondisi rusak.

RadarBuleleng.id - Proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya terus menunjukkan perkembangan berarti. 

Memasuki hari ketujuh pelaksanaan evakuasi, sejumlah bagian kapal yang tenggelam di perairan Selat Bali itu berhasil diangkat ke permukaan laut.

Berdasarkan visualisasi yang disampaikan pelaksana evakuasi, PT Buto, bagian buritan serta lambung di area kamar mesin KMP Tunu Pratama Jaya kini sudah berada di permukaan. 

Progres tersebut menjadi tahapan penting dalam rangkaian pengangkatan bangkai kapal.

Perwakilan PT Buto, Jonathan Chandra, menjelaskan bahwa sejak proses evakuasi dimulai pada Senin (26/1/2026) lalu, tim telah berhasil mengangkat sejumlah bagian struktur kapal, termasuk kendaraan yang ikut tenggelam.

“Sejak proses dimulai, sudah ada beberapa bagian yang berhasil kami angkat. Tiga truk yang ikut tenggelam juga sudah dievakuasi, meski kondisinya rusak parah di bagian bawah. Selain itu, lambung kamar mesin dan anjungan tempat mobil juga sudah terangkat,” tegas Jonathan.

Proses pengangkatan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keselamatan dan perhitungan teknis. 

Kondisi cuaca di Selat Bali yang kerap berubah menjadi tantangan utama selama evakuasi berlangsung.

Menurut Jonathan, arus laut yang cukup kuat serta gelombang tinggi membuat proses pengangkatan tidak bisa dilakukan secara cepat. Karena itu, evakuasi diperkirakan masih akan berlanjut hingga dua pekan ke depan.

“Kondisi arus dan ombak cukup menantang, sehingga kami harus ekstra hati-hati. Proses pengangkatan ini diperkirakan masih akan berlangsung sekitar dua minggu,” ujarnya.

Sebelum pengangkatan dilakukan, tim evakuasi terlebih dahulu memetakan kondisi bangkai kapal di dasar laut. 

Tim memanfaatkan teknologi sonar untuk mengetahui posisi, struktur, serta menentukan bagian kapal yang perlu dipotong sebelum diangkat ke permukaan.

“Kami melakukan pemetaan di bawah laut menggunakan sonar. Dari hasil itu, kami tentukan bagian mana yang dipotong dan diangkat lebih dulu,” imbuh Jonathan.

Saat ini, bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berada di kedalaman sekitar 56 meter. Dengan bobot kapal mencapai kurang lebih 400 ton, proses evakuasi memerlukan perhitungan matang serta peralatan khusus.

Crane barge yang digunakan dalam proses pengangkatan memiliki kapasitas angkat hingga 100 ton. 

Karena keterbatasan tersebut, ditambah kondisi arus laut yang cukup kuat, bangkai kapal direncanakan akan dipotong menjadi beberapa bagian sebelum diangkat.

“Kemungkinan kapal akan dipotong menjadi sekitar 20 bagian. Dengan arus yang cukup kuat, kami memilih mengangkat bagian-bagian kapal yang sudah dipotong secara bertahap,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #bali #selat bali #crane #Mesin #KMP Tunu Pratama Jaya #kmp tunu pratama #kapal #bangkai kapal #Buritan Truk #bangkai