SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Tahun 2024 merupakan momentum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dilaksanakan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Mengingat tahun ini dilaksanakan PON, maka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali praktis tidak dilaksanakan.
Porprov ditunda setahun. Sehingga Porprov Bali baru akan terlaksana pada tahun 2025 mendatang.
Meski pelaksanaan Porprov ditunda, namun Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Buleleng tidak mau bersantai.
KONI Buleleng mengklaim tahun ini merupakan tahun persiapan Porprov. Kendati Porprov baru akan terlaksana pada tahun 2025 mendatang.
Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja mengatakan, dengan persiapan lebih awal ini diharapkan Pengurus Kabupaten cabang olahraga (pengkab cabor) memaksimalkan potensi atlet untuk meraih medali pada ajang multievent tingkat provinsi itu.
"Kalau Porprov, saat ini kami sudah mulai melakukan pemetaan kepada masing masing Pengkab tentang potensi raihan medali nantinya," kata Wiratmaja.
Selain pemetaan medali juga dilakukan pemantauan latihan rutin para atletnya. Langkah ini untuk memberikan dorongan dan dukungan kepada para atlet agar bisa berlatih lebih intens lagi.
Sehingga saat Porprov dilaksanakan, seluruh atlet Buleleng sudah siap bersaing dengan kabupaten/kota lainnya, terutama yang bertengger di posisi juara umum dan runner up. Yakni Badung dan Denpasar.
Maklum saja, selama beberapa tahun belakangan, Buleleng selalu terjebak pada peringkat ketiga.
Buleleng harus puas mengekor Badung yang langganan juara umum, dan Denpasar yang langganan runner up.
Buleleng sendiri punya ambisi menggeser Kota Denpasar sebagai runner up pada ajang Porprov Bali.
Merujuk Porprov sebelumnya, Kabupaten Buleleng bisa meraih 75 emas, 71 perak, 102 perunggu dan berada di peringkat ketiga.
“Makanya sejak dini kita sudah mulai geber kepada cabor dan juga atletnya untuk terus mengasah kemampuan," harapnya. (*)
Editor : Eka Prasetya