Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Panjat Tebing Buleleng Panen Atlet Belia, Terinspirasi Desak Rita  

I Wayan Widyantara • Sabtu, 27 Januari 2024 | 01:51 WIB
PEMBIBITAN: Ajang Bhuana Patra Climbing Boulder Competition (BPCBC) 2024 yang digelar di Lapangan Panjat Tebing Bhuana Patra. Kompetisi itu menjadi salah satu ajang pembibitan atlet panjat tebing.
PEMBIBITAN: Ajang Bhuana Patra Climbing Boulder Competition (BPCBC) 2024 yang digelar di Lapangan Panjat Tebing Bhuana Patra. Kompetisi itu menjadi salah satu ajang pembibitan atlet panjat tebing.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Cabang olahraga panjat tebing di Buleleng kini sedang panen atlet belia.

Sebanyak 153 orang pelajar di Buleleng ikut ambil kompetisi pada ajang Bhuana Patra Climbing Boulder Competition (BPCBC) 2024 yang digelar Pengurus Kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengkab FPTI) Buleleng.

Mereka merupakan  atlet-atlet belia yang terinspirasi Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet panjat tebing kelas internasional asal Buleleng. Desak Rita kini tengah bersiap berkompetisi pada ajang Olimpiade Paris 2024.

BPCBC Buleleng menjadi ajang bagi FPTI Buleleng untuk menjaring atlet-atlet belia, sekaligus jadi ajang pembinaan bagi atlet-atlet potensial.

Ketua Umum Pengkab FPTI Buleleng, Wahjoedi mengatakan, kompetisi itu berlangsung sejak Jumat (26/1/2024) hingga Minggu (28/1/2024) di Lapangan Panjat Tebing Bhuana Patra, Singaraja.

Menurutnya kompetisi tersebut digelar guna memberikan ruang kepada para pelajar dalam menyalurkan minat dan bakat di cabang olahraga (cabor) panjat tebing.

Wahjoedi menyatakan FPTI Buleleng akan terus melakukan pembinaan kepada atlet-atlet pemula, sehingga bisa mencetak atlet yang akan mengharumkan nama Buleleng baik ditingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional.

“Cabor panjat tebing menuntut pembinaan sedini mungkin. Desak Rita sebagai juara dunia itu perlu waktu sebelas tahun untuk mencetak juara dunia. Untuk itu, kita akan melakukan penguatan dan pembinaan dilakukan sedini mungkin, sehingga kompetisi ini dapat melahirkan calon-calon bibit atlet berbakat untuk Buleleng, Bali hingga Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengapresiasi langkah yang dilakukan FPTI Buleleng dalam melakukan sosialisasi terkait olahraga panjat tebing kepada atlet-atlet pemula.

“Kegiatan ini merupakan sebuah upaya yang bagus sekali untuk memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada anak-anak sejak usia pemula kemudian ini juga menjadi sebuah ajang untuk pembibitan prestasi olahraga khusunya panjat tebing di Kabupaten Buleleng,” kata Surya Bharata.

Pihaknya berharap kompetisi serupa dapat digelar secara berkelanjutan sehingga dapat menumbuhkan mental dan disiplin para atlet pemula, serta melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat Internasional seperti Desak Made Rita Kusuma Dewi.

Dalam kompetisi itu ada lima nomor yang dilombakan. Yakni Boulder Perorangan Spider Kid (7-9 tahun), boluder Youth D (10-11 tahun), boulder Youth C (12-13 tahun), Boulder Perorangan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Sederajat, dan boulder perorangan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat. (*)

Editor : Eka Prasetya
#Desak Rita #panjat tebing #FPTI #buleleng