RadarBuleleng.id – Kompleks olahraga di GOR Ngurah Rai menjadi sorotan setelah Komisi IV DPRD Bali.
DPRD Bali belum lama ini melakukan sidak guna melihat kondisi salah satu fasilitas olahraga tertua di Bali tersebut.
Salah satu anggota DPRD Bali yang bicara lantang dalam sidak itu adalah Anggota Komisi IV DPRD Bali, Anak Agung Bagus Tri Candra Arka
Pria yang akrab disapa Gung Cok itu mengaku kaget melihat kondisi GOR Ngurah Rai yang sangat memprihatinkan.
”Kami di Komisi IV kaget melihat keadaan GOR Ngurah Rai dan GOR Lila Bhuana. Fasilitas yang ada terlihat kumuh dan tidak terpelihara dengan baik," ujarnya.
Ia menyebut kondisi atap yang bocor, lingkungan yang kotor, serta fasilitas yang tidak memadai menjadi masalah serius yang harus segera ditangani di GOR Ngurah Rai.
Gung Cok menegaskan bahwa Komisi IV DPRD Bali memiliki kewajiban untuk menyampaikan kondisi ini kepada Gubernur Bali.
”Kami ingin bersama-sama dengan KONI Bali dan Disdikpora untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di GOR Ngurah Rai dan GOR Lila Bhuana agar bisa bertaraf internasional," tegasnya.
Baca Juga: DPRD Buleleng Sidak Perkebunan Kopi Milik Perumda Swatantra. Minta Tambah PAD
Menurutnya fasilitas yang tersedia sangat tidak selaras dengan program pemerintah. Pasalnya pemerintah punya target membuat sport toursim di Bali.
”Kalau sarana prasarana tidak menunjang, sama saja bohong," ucapnya.
DPRD Bali tengah mempertimbangkan untuk merancang ulang kompleks olahraga seluas 6 hektar tersebut.
”Dulu pernah ada rencana untuk merehab GOR Ngurah Rai saat persiapan PON di era Gubernur Mangku Pastika dan Sudikerta. Desain itu mungkin bisa menjadi acuan untuk menjadikan GOR ini sebagai sports center Bali," ujarnya.
Anggota Komisi IV DPRD Bali, Gung Cok berharap dalam waktu 5 tahun ke depan, GOR Ngurah Rai bisa ditata dengan baik dan menjadi pusat olahraga yang representatif di Denpasar.
Asal tahu saja, biaya sewa GOR Ngurah Rai terbilang cukup mahal. Saat pagelaran kompetisi basket DBL Series Bali 2024 pada pertengahan Oktober 2024 misalnya.
Penyelenggara harus merogoh biaya sewa Rp 15 juta per hari. Namun kondisi GOR sangat memprihatinkan.
Mulai dari atap yang bocor, pasokan air yang tidak lancar, serta penerangan yang kurang memadai menjadi masalah utama.
”Kami menaruh atensi besar terhadap sarana dan prasarana olahraga di Bali. Mudah-mudahan dalam 5 tahun ke depan, GOR Ngurah Rai bisa menjadi fasilitas olahraga yang layak dan membanggakan," tegas Gung Cok. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya