RadarBuleleng.id - Atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi kini mulai fokus menyiapkan diri menghadapi multi event internasional.
Usai menghadapi Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Nusa Dua, dia harus mempersiapkan diri menghadapi ajang Asian Games 2026 di Jepang, serta babak kualifikasi menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.
Pada kejuaraan dunia panjat tebing yang digelar di Nusa Dua, Desak Rita kurang beruntung. Dia harus tersingkir di babak delapan besar.
Atlet asal Desa Sambangan, Buleleng itu mengaku kecewa belum berhasil meraih medali. ”Saya ada kecewa. Belum dapat berikan yang terbaik," katanya.
Berlomba di kampung halaman, Desak Rita sebenarnya berkompetisi tanpa beban. Dia sempat menunjukkan hasil kualifikasi yang baik.
Sayangnya pada kompetisi di Nusa Dua ia sempat terpeleset. Kesalahan kurang dari satu detik, harus membuat ia tersingkir dari kompetisi.
"Saya hanya ingin menampilkan yang terbaik. Tapi, saya justru terpeleset," sebutnya.
Kendati belum berhasil meraih medali, Desak Rita menyatakan dirinya sudah move on. Ia harus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan lain.
Ia pun semakin bersemangat di Pelatnas. Karena mendapat rekan dari kampung halaman. Dia adalah Kadek Adi Asih, atlet panjat tebing asal Desa Gitgit.
Desak juga sempat memuji penampilan juniornya, Kadek Adi Asih. Sebab Kadek berhasil meraih medali pada kejuaraan dunia di Nusa Dua.
”Bangga atlet dari Bali bisa masuk Pelatnas bareng-bareng. Baru pertama tampil di kejuaraan dunia dan langsung dapat Perunggu. Astungkara nanti berdua bisa berjuang bareng di Los Angeles (Olimpiade),” harapnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya