SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dana hibah tahap kedua senilai Rp 17 miliar yang dijanjikan Pemkab Buleleng untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng masih tertahan.
Hingga akhir Juni 2025, dana yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan itu belum juga cair karena masih dalam proses verifikasi dokumen.
Ketua KONI Buleleng, Ketut Wiratmaja mengatakan, pihaknya kini hanya bisa menunggu proses administrasi yang sedang berjalan.
Dana tersebut sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai program pembinaan atlet, terutama pelaksanaan training center (TC) atau pemusatan latihan menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025.
“Sampai sekarang masih proses verifikasi karena menggunakan skema DAU Pendidikan. Kami berharap bulan Juli ini bisa segera cair,” ujar Wiratmaja.
Ia menjelaskan, pencairan dana hibah tidak bisa dilakukan sekaligus, melainkan bertahap. Tahap pertama sebesar Rp 6 miliar telah dicairkan dan digunakan untuk kebutuhan awal TC.
Namun, untuk tahap kedua sebesar Rp 17 miliar, pencairan baru bisa dilakukan setelah laporan pertanggungjawaban (SPJ) dana tahap pertama diverifikasi dan dinyatakan lengkap.
“Penggunaan dana tahap pertama sudah kami SPJ-kan, sekarang tinggal menunggu hasil verifikasi agar bisa lanjut ke tahap berikutnya,” jelasnya.
Lambatnya pencairan dana membuat pembayaran dana TC bulan Juni 2025 kepada atlet Porprov Bali mengalami penundaan. Padahal dana TC untuk bulan Mei sebelumnya sudah dibayarkan. Dalam program TC, setiap atlet menerima tunjangan sebesar Rp 1.875.000 per bulan.
“Ini cukup berpengaruh. Tapi kami tetap jalin komunikasi dengan Pemkab agar prosesnya tidak molor terlalu lama. TC sangat penting untuk menjaga performa atlet menuju Porprov,” tegasnya.
Selain TC, dana hibah juga digunakan untuk mendanai program pembinaan, operasional cabang olahraga, serta partisipasi atlet dalam berbagai kejuaraan.
Total hibah yang dijanjikan Pemkab Buleleng kepada KONI sebesar Rp 23 miliar, yang diberikan dalam dua tahap.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar program tetap berjalan. Tapi tentu sangat bergantung pada realisasi dana hibah ini,” demikian Wiratmaja. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya