Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Heboh, Persaingan Porprov Bali 2025 Makin Memanas, Muncul Isu Mutasi Atlet

I Wayan Widyantara • Kamis, 17 Juli 2025 | 23:05 WIB
 
Ketua Umum KONI Bali, IGN Oka Darmawan.
Ketua Umum KONI Bali, IGN Oka Darmawan.
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com- Jelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025, suhu persaingan antar kabupaten/kota kian memanas.
 
Isu mutasi atlet mencuat ke permukaan dan menjadi sorotan tajam setelah Ketua Umum KONI Kota Denpasar, I Putu Yudi Atmika, menuding sejumlah kabupaten, termasuk Badung, menggunakan atlet luar daerah tanpa melalui prosedur mutasi yang sah.
 
Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Umum KONI Bali, IGN Oka Darmawan, menegaskan bahwa mutasi atlet memang diperbolehkan, asalkan mengikuti prosedur yang telah diatur secara resmi oleh induk olahraga.
 
”Mutasi itu boleh, prosesnya itu kalau main satu tahun sebelumnya (sebelum Porprov), udah clear aturannya," kata Oka Darmawan pada Rabu kemarin (16/7).
 
”Tapi kalau sekarang sekadar mutasi aja tapi gak main di Porprov, ya gak apa," tambahnya.
 
Terkait proses administrasi yang tengah berlangsung, Oka Darmawan menyatakan bahwa entry by name, sebagai tahapan final pencatatan atlet yang akan bertanding, masih dalam proses.
 
”Entry by name masih berproses sampai tanggal 30 ini (Juli)," ujarnya.
 
Isu mutasi mencuat setelah Putu Yudi menyampaikan kekecewaannya terhadap dugaan penggunaan atlet luar oleh Badung, dan beberapa kabupaten lain yang dianggap tidak sesuai prosedur.
 
”Proses entry by name belum selesai karena banyak cabor kabupaten menggunakan atlet luar tanpa prosedur mutasi yang benar,” ungkap Putu Yudi.
 
Ia menegaskan bahwa Denpasar konsisten menggunakan atlet asli binaan daerah sendiri.
 
”Kalau di Denpasar, semua atlet adalah asli Denpasar dan hasil pembinaan cabor yang ada di Denpasar. Kami tidak menggunakan atlet mutasi,” tegasnya.
 
Lebih lanjut, ia mencurigai bahwa sebagian besar atlet Badung bukan berasal dari Bali. “Betul, hampir 90 persen atlet Badung bukan dari Bali,” ujarnya lantang.
 
Namun pernyataan ini dibantah oleh Sekretaris Umum KONI Badung, I Made Sutama.
 
Ia menyebut klaim tersebut tidak berdasar dan menegaskan bahwa atlet-atlet Badung merupakan hasil binaan daerah sendiri.
 
”Gak benar itu. Sebagian besar atlet Badung ya orang Badung lah,” tegas Sutama.
 
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Bali, Bagus Tri Candra Arka, yang akrab disapa Gung Cok, juga ikut angkat bicara.
 
Ia menekankan pentingnya berbicara berdasarkan data, bukan asumsi atau sentimen antar daerah.
 
”Kalau memang itu seperti yang dikatakan itu benar ya, data dong. Mau bicara tuh baik data," ujar Gung Cok saat dihubungi Rabu kemarin (16/7).
 
”Jangan berbicara, banyak KONI daerah di Bali, apapun bisa dibilang kan," tambahnya.
 
Menurut Gung Cok, mayoritas atlet yang dimutasi saat ini tetap merupakan atlet asal Bali. Ia juga menekankan pentingnya syarat administratif seperti KTP Bali, keikutsertaan dalam ajang sebelumnya seperti Porprov, serta kepemilikan KTA KONI Bali.
 
”Mutasi yang dilaksanakan untuk Porprov Bali 2025 ini, yang dimutasi di beberapa cabang itu masih notabene atlet asal Bali," jelasnya.
 
”Untuk mengantisipasi penggunaan atlet dari luar, secara utama adalah KTP Bali. Yang kedua, atlet tersebut sudah pernah mengikuti Porprov dan memiliki KTA KONI Bali," tegasnya.
 
Ia juga menambahkan bahwa proses mutasi yang sah harus dikawal ketat dan tidak bisa dilakukan sembarangan.
 
”Sekarang KTP kan tidak segampang dulu ganti-ganti. Sudah menutup kemungkinan orang membuat KTP pindah hanya untuk bertanding," ungkapnya.
 
Gung Cok berharap semua pihak tetap menjaga sportivitas dan tidak menuduh tanpa bukti.
 
”Mudah-mudahan apa yang dikatakannya tidak benar. Apapun itu, kita harus bicara data, jangan hanya omong-omong,” ujarnya menutup.
 
Dengan semua kontroversi ini, Porprov Bali 2025 dipastikan berlangsung panas. Kota Denpasar bertekad merebut gelar juara umum dari tangan Badung yang telah sembilan kali berturut-turut mempertahankannya.
 
Sementara itu, Badung bersikeras mempertahankan dominasi dan menepis semua tudingan yang dianggap tidak berdasar.
 
Panggung Porprov kini tak hanya menjadi ajang adu prestasi atlet, tetapi juga pertarungan gengsi, reputasi, dan integritas pembinaan olahraga daerah.***
Editor : Donny Tabelak
#KONI Bali #atlet #porprov bali #mutasi atlet