RadarBuleleng.id – Atlet panjat tebing andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, tampil cemerlang dalam dua seri terakhir IFSC Climbing World Cup 2025 atau Kejuaraan Dunia Panjat Tebing.
Dalam kurun waktu sebulan, atlet asal Desa Sambangan, Buleleng itu, sukses mengoleksi dua medali. Masing-masing medali emas di Krakow, Polandia, dan medali perak di Chamonix, Prancis.
Di seri Krakow yang digelar Minggu (6/7/2025) lalu, Desak Rita tampil dominan pada nomor speed putri. Ia mengalahkan atlet unggulan Amerika Serikat, Emma Hunt, di babak final.
Catatan waktu Desak sangat impresif, yakni 6,28 detik. Sementara Hunt gagal menyelesaikan lintasan usai tergelincir di tengah pendakian.
Baca Juga: Atlet Kebanggaan Buleleng, Desak Rita Berhasil Raih Emas di IFSC Climbing World Cup 2025
Tak butuh waktu lama, Desak kembali menunjukkan kelasnya di seri berikutnya, Minggu (13/7/2025) dini hari WIB.
Bertanding di Chamonix, ia harus berhadapan dengan ratu panjat tebing dunia, Aleksandra “Ola” Miroslaw. Ola merupakan juara Olimpiade Paris 2024 dan pemegang rekor dunia speed climbing.
Desak nyaris memberi kejutan. Ia mencatat waktu 6,46 detik di final. Namun Ola tampil sempurna dan lebih cepat dengan 6,19 detik, merebut medali emas untuk Polandia. Sementara Desak Rita harus puas dengan perak.
Konsistensi performa Desak membuat peringkatnya di klasemen sementara IFSC World Cup 2025. Kini dia bertengger di posisi lima dunia dengan koleksi 4.170 poin dari tiga kali kejuaraan.
Saat ini hanya ada dua orang atlet Indonesia yang masuk dalam jajaran top 10 atlet panjat tebing dunia.
Selain Desak Rita, ada nama Rajiah Sallsabillah yang notabene atlet senior di timnas panjat tebing.
Kepada wartawan, Desak dan tim pelatnas baru saja kembali ke pemusatan latihan di Bekasi, usai menjalani seri kejuaraan dunia panjat tebing di Eropa.
“Kami sudah kembali ke Bekasi dan mulai latihan untuk kompetisi berikutnya,” ujar Desak.
Untuk persiapan SEA Games, ia mengaku belum tahu pasti. Sebab saat ini ia bersama tim masih fokus menghadapi seri terakhir kejuaraan dunia panjat tebing. Adapun kejuaraan itu akan digelar pada bulan Agustus nanti.
“Sekarang masih persiapan untuk seri world cup terakhir. Untuk SEA Games, kami belum tahu siapa saja yang akan diturunkan nanti,” tegasnya.
Meski jadwal padat dan belum ada kepastian soal kompetisi di regional, Desak mengaku ingin menjaga konsentrasi. Sehingga bisa menuntaskan seri kompetisi dunia dengan hasil terbaik. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya