Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bangga! Atlet Panjat Tebing asal Buleleng, Desak Rita Kembali Rebut Medali Emas di Kejuaraan Dunia

Eka Prasetya • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 21:02 WIB

 

REBUT EMAS: Atlet asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) merebut medali emas pada kompetisi panjat tebing speed 4 pada kejuaraan dunia, The World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok.
REBUT EMAS: Atlet asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) merebut medali emas pada kompetisi panjat tebing speed 4 pada kejuaraan dunia, The World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sejarah baru tercipta di ajang kejuaraan dunia, The World Games 2025 di Chengdu, Tiongkok atau China. 

Untuk pertama kalinya, nomor perlombaan Speed 4 panjat tebing digelar dan menghadirkan pertarungan penuh drama.

Atlet asal Kabupaten Buleleng, Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses merebut medali emas setelah menaklukkan lintasan dengan catatan waktu 6,35 detik.

Format Speed 4 menghadirkan empat atlet sekaligus di dinding panjat, menciptakan tontonan seru sekaligus tantangan baru bagi para pemanjat tercepat dunia.

Desak, yang berstatus juara dunia, kembali membuktikan dominasinya setelah sebelumnya meraih emas Kejuaraan Dunia di Krakow, Polandia pada Juli lalu. 

Saat berkompetisi di Chengdu, ia mengalahkan wakil tuan rumah, Qin Yumei, yang finis di posisi kedua dengan waktu 6,42 detik. 

Desak Rita mengaku sangat bersyukur atas raihan tersebut. Ini kedua kalinya dia meraih medali emas pada ajang kejuaraan dunia sepanjang 2025.

Ia mengaku perlombaan dengan format speed 4 lebih menantang ketimbang format-format lain.

“Bertanding di dinding empat jalur lebih sulit karena membutuhkan konsentrasi ekstra. Apalagi di The World Games ada tiga nomor yang dipertandingkan, sementara biasanya hanya satu,” kata Desak Rita usai menerima medali.

Atlet Indonesia lainnya, Rajiah Sallsabillah, harus puas dengan medali perunggu, setelah finis dengan catatan 6,951 detik.

Medali ini terasa istimewa bagi Rajiah. Pasalnya, ia baru saja kembali dari operasi punggung dan baru lima minggu lalu melakukan comeback di IFSC World Cup Chamonix, Prancis. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #emas #kejuaraan dunia #Desak Rita #tiongkok #perlombaan #panjat tebing #atlet #lintasan #polandia #The World Games 2025 #medali #china #kejuaraan #buleleng #chengdu