RadarBuleleng.id - PSPS Pekanbaru tidak main-main. Klub asal Provinsi Riau ini memecat Ilham Romadhona sebagai pelatih kepala karena kurang berprestasi di Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026.
Tidak hanya Ilham Romadhona, empat orang lain juga mengalami hal yang sama.
Mereka adalah Kurniawan Dwi Yulianto, Kristiawan, Rici Vauzi, dan Kurnia Sandy.
"Terima kasih untuk kesempatan membersamai Askar Bertuah," tulis akun Instagram @pspsriau, Selasa (30/9/2025).
Posisi legenda striker Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, di PSPS adalah sebagai direktur teknis.
Sementara Kurnia Sandy, legenda sepakbola lainnya, merupakan pelatih kiper.
Kristiawan tak lain adalah asisten pelatih, sedangkan Rici Vauzi adalah pelatih analis.
"Sekali Askar Bertuah, selamanya menjadi keluarga," tambah akun itu.
Saat ini PSPS berada di posisi 9 Grup A Liga 2. Catatan klub ini tidak terlalu baik.
Meski dengan materi pelatih mentereng, klub tak pernah menang dan hanya meraih dua kali seri.
Peringkatnya hanya selisih satu tingkat di atas Sriwijaya FC yang menghuni dasar klasemen.
Unggahan akun Instagram @pspsriau ini hingga Rabu 1 Oktober 2025 dini hari telah meraih 8 ribuan like dan 500-an komentar.
Warganet atau netizen pada umumnya menyayangkan keputusan tersebut, terutama untuk sosok Kurniawan Dwi Yulianto.
"Kurniawan sekelas pelatih top saja dipecat," tulis akun @_ajiboy.
"Dibela-belain pergi dari Como, malah dibentak suporter Liga 2," tambah akun@de_shark17. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya