Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Liga 2: PSMS Vs Persikad, Drama Hamstring dan Derby Sumut yang Terselubung

Muhammad Ramadhan Batubara • Jumat, 10 Oktober 2025 | 14:29 WIB
pemain PSMS Medan saat memasuki Stadion Utama Sumatera Utara tempat mereka menjamu Persikad Depok.
pemain PSMS Medan saat memasuki Stadion Utama Sumatera Utara tempat mereka menjamu Persikad Depok.

RadarBuleleng.id - Laga pekan kelima Liga 2 Pegadaian Championship bagi PSMS Medan adalah drama. Pasalnya, mereka harus menjamu Persikad Depok dalam kondisi kurang nyaman.

Ayam Kinantan, julukan PSMS, dalam kondisi pincang. Ini karena Rudiyana sang pencetak gol terbanyak mengalami cedera hamstring. 

Tidak hanya itu, dua penyerang lainnya juga cedera. Barata dan Felipe Cadenazzi dqlam kondisi tidak bugar.

“Ya, Rudiyana ada hamstring, Felipe engkel, dan Barata agak hamstring juga,” ujar Pelatih PSMS, Kas Hartadi.

Mantan pelatih Sriwijaya FC ini pun belum dapat memastikan apakah ketiga pemain tersebut bisa diturunkan saat melawan Persikad. 

“Untuk Barata, Felipe, dan Rudiyana, kemungkinan besar belum tahu bisa dimainkan atau tidak. Kami masih menunggu info dari dokter tim,” jelasnya.

Kondisi ini tentu merepotkan Ayam Kinantan yang memang bertekad untuk mengamankan tiga poin di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) besok malam, Sabtu (11/10/2025).

"Kita yang pasti harus percaya dengan pemain yang ada," kata Kas Hartadi kemudian.

Masalahnya, Persikad tentu mengincar hasil maksimal. Apalagi, punggawa klub ini tidak asing dengan atmosfir kandang tuan rumah, pelatih dan pemainnya didominasi anak Sumatera Utara (Sumut).

Tercatat, tim berjuluk Serigala Margonda ini dihuni 15 pemain dan 5 pelatih yang berasal dari daerah tersebut.

Hal ini wajar karena klub tersebut awalnya bernama Sumut United. Dengan kata lain, ini adalah derby Sumut yang terselubung.

Klub milik Arya Sinulingga ini sebelumnya menjadi klub dengan status promosi sebagai juara Liga Nusantara (Liga 3) musim 2024-2025.

Sumut United pun sebelumnya dikenal dengan nama Karo United pada tahun 2019.

Sang Pelatih Kepala, Ridwan Saragih, juga diketahui pernah mengarsiteki PSMS Medan pada musim 2023-2024.

“Ya, saya melihat tim Depok juga tim bagus. Mereka menang lawan PSPS, berarti tim itu memang kuat. Tapi yang terpenting, kami harus fokus mempersiapkan diri sendiri,” ungkap Kas Hartadi.

Kemenangan atas PSPS Pekanbaru 1-0 pekan sebelumnya tentu menjadi modal berharga Persikad melawan saudara tua mereka. 

"Hasil itu akan membantu meningkatkan kepercayaan diri tim saat kami bertandang ke Medan akhir pekan ini," ujar Manajer Persikad, Diego Tobing.

Saat ini, PSMS berada di posisi ke-3 klasemen dengan perolehan 7 poin. Sedangkan Persikad di posisi ke-6 dengan mengemas 5 poin.

Kemenangan bagi PSMS akan membawa klub ini ke puncak atau peringkat dua klasemen sementara, mengingat Garudayaksa dan Adhyaksa yang berada di posisi 1 dan 2 akan saling berhadapan.

Bagi Persikad, kemanangan tidak hanya menjaga tren positif tapi juga memperbaiki peringkat mereka sekaligus menyalip PSMS. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 
Editor : Eka Prasetya
#pegadaian #liga nusantara #liga 2 #Derby #kas hartadi #sumatera utara #engkel #Felipe Cadenazzi #stadion #psms medan #persikad depok #gol #cedera #Klub #liga 3 #depok #dokter #penyerang #Rudiyana #championship #hamstring #psms