RadarBuleleng.id – Tim Nasional Maroko U-20 mencatat babak baru dalam sejarah sepak bola mereka dan benua Afrika.
Berbekal disiplin taktik dan efisiensi klinis, mereka sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia U-20 FIFA 2025 setelah menaklukkan raksasa turnamen, Argentina, dengan skor meyakinkan 2-0.
Pertandingan babak final yang digelar di Stadion Nacional Julio Martínez Prádanos, Santiago, Chili, pada Senin (20/10/2025) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut secara resmi mengukuhkan Maroko sebagai tim Afrika kedua yang berhasil mengangkat trofi bergengsi ini, setelah Ghana pada edisi 2009.
Argentina, sang pemegang rekor enam gelar, harus puas menjadi runner-up di kandang sendiri.
Pertandingan puncak ini dibuka dengan Argentina yang mengambil inisiatif penuh dalam penguasaan bola, mencatatkan hampir 74 persen ball possession di babak pertama.
Namun, Maroko, yang diasuh oleh Mohamed Ouahbi, menunjukkan bahwa sepak bola adalah tentang efektivitas, bukan dominasi bola semata.
Keunggulan Maroko tercipta secara spektakuler pada menit ke 12. Setelah mendapatkan tendangan bebas dari posisi strategis di tepi kotak penalti Argentina, Yassir Zabiri, maju sebagai eksekutor.
Zabiri melepaskan tembakan melengkung yang fantastis dengan kaki kirinya. Bola meluncur deras melewati pagar betis lawan dan menembus ke sudut gawang tanpa mampu dijangkau oleh kiper Argentina, Santino Barbi.
Gol tendangan bebas yang indah ini memberikan Atlas Cubs keunggulan 1-0 dan momentum besar.
Belum sempat Argentina bangkit dari kejutan, Zabiri kembali menghukum lini belakang mereka 17 menit kemudian. Pada menit ke 29, Maroko melancarkan serangan balik kilat.
Pemain sayap lincah, Othmane Maamma (yang dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen), mengirimkan umpan silang akurat yang berhasil dikonversi Zabiri dengan tendangan setengah voli dari jarak dekat, mengubah skor menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Pelatih Argentina, Diego Placente, melakukan perubahan strategis dengan memasukkan pemain bertalenta tinggi seperti Mateo Silvetti.
La Albiceleste U-20 menggempur pertahanan Maroko sepanjang babak kedua. Para pemain kunci Argentina seperti Gianluca Prestianni dan Milton Delgado terus berupaya menciptakan peluang.
Namun, strategi defensif Maroko yang sangat disiplin dan rapat terbukti menjadi tembok tebal yang tak tertembus.
Dipimpin oleh kiper tangguh mereka, lini belakang Maroko berhasil memblokade hampir seluruh upaya Argentina.
Meskipun Argentina mencatatkan total 18 tembakan, hanya sedikit yang benar-benar mengancam gawang Maroko.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-0 tetap tidak berubah. Kemenangan ini menutup perjalanan luar biasa Maroko di Chili, yang sebelumnya menyingkirkan tim-tim kuat seperti Amerika Serikat di perempat final dan Prancis melalui drama adu penalti di semifinal.
Kemenangan ini sekaligus mengakhiri harapan Argentina untuk memperpanjang rekor gelar Piala Dunia U-20 mereka yang keenam, sementara Maroko merayakan gelar perdana mereka.
Yassir Zabiri sendiri hampir pasti mengunci gelar Sepatu Emas turnamen berkat dua gol penentu di final ini. (*)
Editor : Eka Prasetya