RadarBuleleng.id - Merekrut Budi Sudarsono sebagai pelatih kepala saja tak cukup bagi manajemen Sriwijaya FC.
Klub yang bermarkas di Palembang ini butuh amunisi baru, tepatnya pemain asing guna bisa bertahan di Liga 2 Pegadaian Championsip 2025-2026.
Dengan kata lain, langkah ini dianggap sebagai solusi agar tim yang pernah dua kali juara Liga Indonesia ini bisa terhindar dari degradasi ke Liga 3.
"Pemain asing asal Ghana bernama Michael Enu, masuk dalam bidikan kami untuk memperkuat lini pertahanan," kata Wakil Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, Senin (26/10/2025).
Michael Enu memang bukan nama baru, sebelumnya Sriwijaya juga sudah mendengungkannya.
Pemain bertahan itu bahkan sempat dikatakan akan membela Laskar Wong Kito sejak awal musim.
Masalahnya, saat itu sang pemain terkendala Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan proses pendaftaran pemain di sistem regulasi PSSI.
Artinya, dengan sisa dua laga di paro musim pertama, bisa jadi di putaran kedua nanti pemain Ghana itu bisa berlaga.
Mohammad David juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad mereka saat ini.
Evaluasi pertama yang sudah dilakukan adalah dengan menunjuk Budi Sudarsono sebagai pelatih meski di laga awalnya kalah dari 1-3 dari FC Bekasi City.
Tak pelak kekalahan ini menjadi catatan kelam bagi Sriwijaya yang belum pernah menang dan masih tertahan di dasar klasemen dengan hanya satu poin.
Para pendukung berharap, di laga-laga berikutnya, Sriwijaya dapat menampilkan perubahan nyata dan segera keluar dari keterpurukan yang menghantui sejak awal musim.
"Putaran kedua kita harus sikapi," tegas Budi Sudarsono.
Mantan striker timnas itu mencatat memang ada beberapa pemain yang kurang dan daya gedor baru harus dimasukan.
"Putaran kedua kita akan lebih baik lagi," katanya kemudian. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya