RadarBuleleng.id - Hasil buruk Deltras FC Sidoarjo pada empat laga terakhir di Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026 harus diputus saat menjamu PSS Sleman.
Klub yang berjuluk The Lobster ini wajib menemukan momen agar bisa kembali ke tren positif.
"Kita tetap terus berbenah untuk persiapan lawan PSS,” kata Pelatih Deltras, Widodo C. Putro.
Masalahnya, sang tamu PSS tentu tidak akan memberikan hal itu begitu saja. Posisi mereka sebagai pemuncak klasemen Grup 2 (Grup Indonesia Timur) juga belum aman.
PS Barito Putera di peringkat ke-2 dengan nilai 25, sedang Persipura Jayapura di posisi ke-3 sudah mengoleksi 23 poin.
Artinya, jika nanti terpeleset, klub yang berjuluk Super Elang Jawa ini siap-siap harus rela posisinya tergeser.
Sebagai informasi, laga Deltras dan PSS tersaji pada pekan ke-12 di Stadion Gelora Deltras, Sidoarjo, Sabtu (22/11/2025).
Dalam pertemuan pertama kedua tim di Sleman pada 29 September lalu, Deltras mengalami kekalahan 1-0.
Menuju pertandingan ini tuan rumah dalam kondisi tak baik. Dalam empat pertandingan terakhirnya, Deltras tak pernah menang. Tepatnya dua kali kalah dan dua kali seri.
Sebaliknya, PSS dalam situasi prima. Dalam empat pertandingan terakhirnya, mereka menang dua kali dan imbang dua kali.
Memang Widodo C Putro berkata kondisi para pemainnya dalam kondisi baik. Namun, dalam sepekan terakhir, jam latihan sering berganti karenas cuaca tak menentu.
“Karena sekarang musim hujan ya. Tapi itu tidak menjadikan masalah buat kita,” katanya.
Mantan pelatih Bali United itu memberikan atensi kepada pemain depan PSS yang jadi top skor sementara, Gustavo Tocantins, dengan 10 gol dan 5 assist.
“Kita berikan perhatian juga buat yang memberikan assist ke dia (Tocantins),” terang Widodo C Putro.
Kapten Deltras, Bima Ragil mengklaim timnya berusaha mendapatkan poin maksimal. Apalagi sudah dua laga kandang, Deltras kehilangan poin penuh.
"Pertandingan ini sangat menentukan perjalanan kita berikutnya. Dan saya minta dukungan dari masyarakat supaya kita bisa berjaya di kandang,” ungkap Bima.
Di sisi lain, memuncaki klasemen sementara nyatanya tak membuat PSS tenang.
Situasi ini sangat dipahami tim pelatih PSS. Tak heran, meskipun bermain tandang, anak asuhan pelatih Ansyari Lubis tetap menargetkan kemenangan.
“Pastinya kami harus siap bermain habis-habisan meraih kemenangan. Artinya, pertandingan ini sangat menentukan posisi PSS agar tetap aman,” kata Ansyari Lubis.
Meraih kemenangan menjadi hal yang tidak bisa ditawar lagi bagi kubu PSS.
“Pemain menyatakan siap berkomitmen menampilkan performa terbaik dan berharap hasil akhir pertandingan menjadi milik PSS,” tegas pelatih yang akrab disapa Uwak itu.
Selain meminta pemain untuk tampil all out, Ansyar Lubis juga meminta mereka tetap waspada dan menghindari sikap jumawa.
Menurutnya dua hal tersebut menjadi formula timnya meredam kebangkitan serta semangat membalas kekalahan di putaran pertama saat tandang ke Stadion Maguwoharjo Sleman.
Kepastian Dominikus Dion, Riko Simanjuntak dan Frédéric Injai bisa bermain menghadapi Deltras menjadi modal positif bagi Ansyari Lubis.
Kehadiran ketiganya tersebut menurut Ansyari Lubis menambah kedalam skuad pada pertandingan itu.
“Mereka sudah bisa dimainkan untuk pertandingan lawan Deltras FC, artinya, kedalaman skuad tim terjaga. Patut ditunggu kolaborasi ketiganya dengan Irvan Mofu,” pungkas Ansyari Lubis. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya