Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Night Run Singaraja: Gaya Hidup Baru Anak Muda, Sehat Sekaligus Dukung UMKM Lokal

Francelino Junior • Minggu, 14 Desember 2025 | 18:50 WIB

 

AYO LARI: Kegiatan Night Run yang dilakukan oleh pemuda-pemuda Buleleng dari berbagai komunitas dan kalangan. Ini dilakukan untuk menjadikan gaya hidup sehat, sekaligus mengurangi kegiatan negatif.
AYO LARI: Kegiatan Night Run yang dilakukan oleh pemuda-pemuda Buleleng dari berbagai komunitas dan kalangan. Ini dilakukan untuk menjadikan gaya hidup sehat, sekaligus mengurangi kegiatan negatif.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Lari kini tidak sekadar olahraga, tetapi sudah menjelma menjadi gaya hidup sehat yang merambah berbagai kalangan. 

Di Singaraja, fenomena ini tampak jelas. Jika pagi hingga sore banyak pelari memenuhi jalan, kini suasana berbeda terlihat saat malam tiba. 

Warga justru makin gemar berlari pada jam-jam gelap, seperti ritme kota-kota metropolitan.

Tiap malam, barisan pelari berbaju gelap terlihat menyusuri ruas jalan Kota Singaraja. 

Mereka berlari beriringan, ditemani alunan musik dari speaker portable. Suasananya kalcer, santai, dan penuh energi.

Jarak yang ditempuh tak muluk-muluk. Sekitar lima kilometer dengan pace delapan. 

Cukup ringan untuk olahraga sambil bersosialisasi, bahkan sesekali berhenti sejenak untuk foto atau dokumentasi. Selebihnya, mereka tetap bergerak.

“Kegiatan ini merangkul para pekerja yang tidak sempat berolahraga di pagi atau sore hari. Sekaligus mengurangi kegiatan negatif di malam hari,” ujar Gede Aldi Permana Putra, Koordinator Night Run.

Komunitas Night Run terbentuk secara natural. Banyak pelari awalnya berolahraga sendiri pada malam hari, ditambah trend olahraga lari yang sedang booming dan efek fomo

Sekitar sebulan lalu, para pelari dari berbagai komunitas lari di Buleleng kembali bertemu dan sepakat membuat wadah berlari malam bersama.

Ide itu mendapat dukungan dari media partner Dokugaku Tatakai. Kolaborasi tersebut menjadi pondasi terbentuknya Night Run, yang kini beranggotakan pelari dari berbagai komunitas seperti Singarun, Pendjarun, Terus Melangkah, Early Miles, hingga North Running Club.

“Agenda rutin kami adalah Night Run sekaligus membantu promosi UMKM lokal,” lanjut Aldi.

Bagaimana konsepnya? Titik start dan finish kegiatan Night Run ditempatkan di lokasi UMKM lokal. 

Setiap komunitas lalu membantu mempromosikan usaha tersebut lewat media sosial masing-masing. Format ini sudah dilakukan dua kali dan mendapat respons positif.

Gerakan ini diharapkan mampu menjadi alternatif kegiatan positif bagi anak muda Buleleng, sekaligus mematahkan stigma negatif tentang aktivitas malam hari.

Siapa pun boleh ikut Night Run tanpa pungutan biaya. Tidak ada aturan soal merek sepatu atau pakaian. Yang penting bergerak, sehat, dan berlari bersama. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#olahraga #pace #lari #umkm #fomo #kalcer #night run #pelari #gaya hidup