Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Fokus Kejuaraan Dunia dan Olimpiade, Desak Rita Absen di SEA Games 2025

I Wayan Widyantara • Minggu, 14 Desember 2025 | 16:37 WIB

 

Atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi saat bertanding pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Perancis.
Atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi saat bertanding pada Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di Perancis.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng menyebut atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi akan absen dalam SEA Games 2025.

Pengurus Pusat FPTI memproyeksikan Desak Rita untuk mengikuti kalender kejuaraan dunia panjat tebing yang akan bergulir pada tahun 2026 mendatang.

Berdasarkan data FPTI, ada enam orang atlet yang akan berkompetisi dalam disiplin speed. Mereka adalah Alfian Muhammad Fairi, Antasyafi Robby Al Hilmi, Haddan Malk Baqmuhyibar, Puja Lestari, Susan Nur Hidayah, dan Naura Jasmine Rayya Syafiqa.

Sementara dua atlet andalan Buleleng yang biasa berkompetisi di disiplin speed, masing-masing Desak Rita dan Kadek Adi Asih tidak masuk dalam skuad.

Ketua Umum FPTI Buleleng, H. Wahjoedi menyebut, kedua atlet itu diproyeksikan untuk fokus pada panggung lebih tinggi. 

Mereka diarahkan menuju rangkaian IFSC Series 2026 dan dipersiapkan menghadapi target jangka panjang menuju Olimpiade 2028.

Terlebih IFSC Series akan menjadi penentu bagi seorang atlet untuk bisa berkompetisi di Olimpiade yang akan digelar di Amerika Serikat.

“Desak Rita dan Kadek Adi Asih diproyeksikan untuk event dunia (IFSC Series), Olimpiade 2028,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Bali memang tidak mengirim wakil pada SEA Games kali ini. “Betul untuk SEA Games sekarang, tidak ada perwakilan Bali,” tambahnya.

Absennya atlet Bali di ajang multievent Asia Tenggara cukup menjadi perhatian. Dalam beberapa tahun terakhir, Bali dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan pesat atlet panjat tebing muda. 

Namun, FPTI Buleleng menilai langkah tersebut untuk menjamin kualitas prestasi jangka panjang.

Terkait pembinaan, Wahjoedi memastikan bahwa regenerasi tidak berhenti. FPTI Buleleng menjalankan program pembinaan penuh sepanjang tahun, mulai dari latihan intensif, pengiriman atlet ke event luar daerah, hingga rutin menggelar kompetisi lokal sebagai ajang pematangan jam terbang.

“FPTI Buleleng tetap melakukan pembinaan penuh (12 bulan) setiap tahun, termasuk mengikuti event dan menggelar event kompetisi,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kejuaraan dunia #Desak Rita #sea games #panjat tebing #atlet #Desak Made Rita Kusuma Dewi #olimpiade #buleleng #Kadek Adi Asih