SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Persaingan sengit mewarnai Kejuaraan Pencak Silat Pelajar Sitembak Cup XVI Open Tournament Jawa–Bali–Lombok yang digelar di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (1/4/2026).
Sebanyak 278 orang atlet pencak silat dari 18 ranting di Pulau Jawa, Bali, dan Lombok, ikut ambil bagian dalam ajang tahunan tersebut.
Kejuaraan ini tak hanya menjadi panggung adu kemampuan, tetapi juga wadah pembinaan para pendekar muda untuk mengasah mental, disiplin, dan karakter sejak dini.
Ketua Umum Perguruan Pencak Silat Sitembak, Made Putra Arsana, mengungkapkan tren positif dari meningkatnya jumlah peserta setiap tahun. Hal tersebut menunjukkan minat pelajar terhadap olahraga pencak silat kian tinggi.
“Ini menunjukkan minat pelajar terhadap pencak silat semakin tinggi, apalagi didukung banyak sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler pencak silat,” ujarnya.
Menurutnya Sitembak Cup juga menjadi bagian penting dalam proses penjaringan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (Porjar).
Para peserta yang tampil akan melalui seleksi ketat sebelum nantinya dipilih mewakili daerah masing-masing di tingkat kabupaten.
“Kejuaraan ini menjadi salah satu tahapan pembinaan sekaligus seleksi atlet menuju Porjar,” jelas Putra.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, memberikan apresiasi atas konsistensi Perguruan Sitembak dalam menyelenggarakan kejuaraan ini.
Menurutnya, ajang tersebut memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Kejuaraan ini tidak sekadar ajang pertandingan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, serta pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” tegasnya.
Ia juga menilai, kehadiran peserta dari berbagai daerah semakin memperkuat posisi Buleleng sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga, khususnya pencak silat.
Surya Bharata berpesan kepada seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding. Ia menekankan bahwa kemenangan bukan satu-satunya tujuan utama dalam kompetisi.
“Bertandinglah dengan semangat, hormati lawan dan keputusan wasit. Yang terpenting adalah proses dan pengalaman yang didapat,” pesannya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya