Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Atlet Dunia Lahir dari Buleleng, Fasilitas Panjat Tebing Justru Minim Perhatian

Eka Prasetya • Jumat, 1 Mei 2026 | 08:46 WIB
POTENSIAL: Lintasan panjat tebing di Lapangan Bhuana Patra Singaraja. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPT) Bali sempat menjajaki lokasi ini sebagai lokasi pelaksanaan Porprov Bali 2022.
POTENSIAL: Lintasan panjat tebing di Lapangan Bhuana Patra Singaraja. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPT) Bali sempat menjajaki lokasi ini sebagai lokasi pelaksanaan Porprov Bali 2022.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Prestasi gemilang ditorehkan dua atlet panjat tebing asal Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih, di ajang Asian Beach Games, China pada 2026. 

Keduanya sukses menyumbangkan medali emas nomor speed relay putri sekaligus memecahkan rekor dunia.

Dalam partai final, duet Buleleng ini tampil dominan. Mereka mencatatkan waktu 13,76 detik, mengungguli pasangan Korea Selatan yang terpaut cukup jauh dengan 16,50 detik. 

Sebelumnya di semifinal, Desak dan Asih bahkan menorehkan rekor dunia dan Asia dengan waktu 13,174 detik saat menghadapi wakil tuan rumah China.

Namun di balik gemilangnya prestasi tersebut, kondisi fasilitas latihan di daerah justru belum sebanding. 

Keterbatasan sarana dan prasarana panjat tebing di Buleleng menjadi sorotan, meski daerah ini terbukti mampu melahirkan atlet kelas dunia.

Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, mengakui bahwa capaian Desak dan Asih menjadi kebanggaan besar sekaligus bukti keberhasilan pembinaan atlet di daerah.

“Ini tentu menjadi kebanggaan, tidak hanya untuk Buleleng tetapi juga Indonesia. Kami bersyukur atlet Buleleng mampu memberikan prestasi di tingkat internasional,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan kebutuhan mendesak terhadap peningkatan fasilitas latihan, khususnya papan atau dinding panjat tebing yang representatif. 

Menurutnya, KONI Buleleng sudah mengajukan bantuan pembangunan sarana tersebut sejak 2023. Namun hingga kini belum terealisasi.

Proposal yang diajukan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pusat itu mencakup pembangunan wall climbing dan fasilitas pendukung lainnya dengan nilai sekitar Rp 7 miliar. 

Namun hingga kini, realisasi bantuan baru sebatas perlengkapan seperti harness, helm, carabiner, dan peralatan teknis lainnya.

“Kami sudah mengajukan permohonan sarpras panjat tebing di Buleleng. Mudah-mudahan dengan prestasi ini bisa segera direalisasikan,” tegasnya.

Kondisi ini dinilai kontras. Di satu sisi, atlet Buleleng mampu bersaing dan mencetak rekor dunia. 

Namun di sisi lain, fasilitas dasar seperti papan panjat yang memadai masih belum terpenuhi secara optimal.

Supriatna berharap, prestasi internasional ini bisa menjadi momentum untuk mempercepat perhatian pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur olahraga di daerah, khususnya cabang panjat tebing.

Sementara itu, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, turut memberikan apresiasi atas capaian atlet asal Buleleng tersebut. Ia menegaskan kebanggaan pemerintah daerah atas prestasi yang diraih di level internasional.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng tentu sangat bangga. Ini hasil kerja keras atlet yang terus berlatih hingga mampu meraih prestasi terbaik,” ujarnya.

Sutjidra menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi sekaligus memperkuat pembinaan olahraga melalui sinergi dengan KONI Buleleng.

“Tentu ada apresiasi. Pemkab juga berkomitmen memperkuat pembinaan bersama KONI agar cabang olahraga bisa berkembang lebih baik,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#prestasi #panjat tebing #atlet #koni buleleng #buleleng