SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Di tengah gemilangnya prestasi atlet panjat tebing Buleleng di level internasional, pemerintah daerah mulai mempercepat peningkatan fasilitas latihan yang selama ini menjadi sorotan.
Proyek pembenahan venue panjat tebing kini dikebut, dengan target pemenang tender sudah ditetapkan pada Juni 2026.
Perbaikan papan panjat tebing tersebut sudah dirancang sejak 2023 silam. Namun tak kunjung terealisasi lantaran selalu gagal tender.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PU-Perkim) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, menjelaskan saat ini proses masih berada pada tahap finalisasi Detail Engineering Design (DED).
Jika tidak ada kendala, proses tender akan mulai berjalan pada minggu kedua Mei. Sehingga pada bulan Juni sudah bisa dikerjakan.
“Kalau semua berjalan lancar, astungkara Juni sudah ada pemenang tender, sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Percepatan ini dilakukan setelah proyek sempat tersendat. Saat pagu anggaran masih sebesar Rp 1 miliar, tidak ada rekanan yang mengajukan penawaran.
Kondisi tersebut dipengaruhi pertimbangan teknis di lapangan. Ditambah lagi terjadi kenaikan harga material. Sehingga perusahaan konstruksi enggan mengikuti tender.
Sebagai solusi, pemerintah menaikkan pagu anggaran menjadi Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBD Buleleng.
Selain itu, Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga disesuaikan dengan kondisi riil, termasuk kenaikan harga material.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan perencanaan sudah realistis dan sesuai kondisi di lapangan. Setelah tender, komunikasi dengan rekanan juga akan kami perkuat,” jelasnya.
Proyek peningkatan ini ditargetkan rampung dalam waktu lima bulan. Fokus pekerjaan meliputi perbaikan dinding panjat tebing serta penambahan fasilitas pendukung, seperti kamar mandi khusus atlet.
Langkah ini dinilai mendesak, mengingat Buleleng telah melahirkan atlet kelas dunia. Bahkan, dua atlet asal Buleleng sebelumnya sukses meraih emas dan memecahkan rekor dunia di ajang internasional. Namun ironisnya, fasilitas latihan di daerah masih belum sepenuhnya memadai.
Ketua KONI Buleleng, Gede Supriatna, menyambut positif percepatan tersebut. Menurutnya, peningkatan sarana menjadi kunci untuk menjaga konsistensi prestasi atlet.
“Kami tentu sangat mendukung. Fasilitas yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas latihan atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembaruan dinding panjat dan fasilitas penunjang akan memberikan ruang latihan yang lebih optimal, sehingga atlet mampu bersaing di level provinsi hingga nasional.
“Kami juga sebelumnya sempat mengajukan bantuan ke Kemenpora dan juga FPTI Pusat. Semoga mereka memberikan perhatian pada Kabupaten Buleleng. Apalagi ada dua atlet yang berprestasi lahir dari Buleleng,” imbuhnya.
Selain venue panjat tebing, Pemkab Buleleng juga merencanakan renovasi Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng yang akan difungsikan sebagai arena cabang olahraga biliar.
Pengembangan fasilitas olahraga lainnya akan disiapkan secara bertahap melalui perubahan anggaran maupun program induk menuju 2027.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap seluruh venue yang disiapkan mampu memenuhi standar, terlebih Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027.
“Harapan kami, semua venue yang disiapkan bisa memenuhi standar dan memberikan kenyamanan bagi atlet saat bertanding,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya